Dalam peninjauan tersebut, Bupati menanyakan ketersediaan tempat tidur dan perabot ruang tamu bagi keluarga penerima manfaat.
Ketika mengetahui kebutuhan tersebut belum sepenuhnya tersedia, Thaher meminta jajarannya segera menyiapkan perlengkapan dasar, termasuk tempat tidur dan sofa untuk ruang tamu.
"Kalau begitu Papa siapkan tempat tidur empat. Sama yang ini tambah dengan kursi sofa tamu," kata Thaher dalam suasana penuh keakraban saat meninjau rumah.
Ia bahkan meminta agar kebutuhan tersebut tidak ditunda dan segera dibelanjakan.
"Jangan boleh besok, hari ini," tegasnya.
Sikap tersebut memperlihatkan perhatian Thaher agar bantuan rumah tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan melaksanakan program realokasi rumah korban terdampak bencana serta rehabilitasi rumah tidak layak huni tahun anggaran 2026.
Sebanyak 16 unit rumah masuk dalam program tersebut. Empat unit di antaranya telah selesai dibangun dan siap dihuni, masing-masing berada di Ohoi Rumadian, Ohoi Ohoijang, Ohoi Hollat, dan Ohoi Ohoiwer.
Dalam sambutannya, Thaher menegaskan bahwa bantuan rumah tersebut harus dipandang sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Jangan lihat dari rumah yang kecil dan sederhana ini. Yang dilihat adalah perhatian. Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pelayanan," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat penerima bantuan menjaga rumah yang telah diberikan dan menjadikannya sebagai tempat membangun kehidupan keluarga.
Menurut Thaher, musibah tidak dapat diprediksi. Namun, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk merespons dan memberikan solusi ketika masyarakat menjadi korban.
"Jangan sampai ada musibah lalu pemerintah diam," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Thaher meminta jajaran pemerintah daerah mempercepat penanganan rumah warga yang masih rusak akibat bencana, khususnya di Debut.
Ia meminta kebutuhan perbaikan rumah tersebut dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan 2026 sehingga masyarakat tidak perlu menunggu hingga tahun berikutnya.
"Kalau masih ada rumah yang harus diperbaiki, catat!" kata Thaher.
Selain sektor perumahan, Bupati juga mendorong agar masyarakat di Rumadian dan Debut yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat perhatian melalui dukungan pemerintah.
Menurutnya, anggaran daerah harus diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat, termasuk pemulihan tempat tinggal dan penguatan ekonomi keluarga.
Peninjauan rumah ditutup dengan suasana hangat ketika Bupati berfoto bersama penerima manfaat. Thaher berharap rumah baru tersebut menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarga penerima.


