Penegasan itu disampaikan Bupati saat menyerahkan kunci secara simbolis bantuan rumah program realokasi korban terdampak bencana dan rehabilitasi rumah tidak layak huni tahun anggaran 2026 di Ohoi Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Jumat (21/8/2026).
"Jangan sampai ada musibah lalu pemerintah diam. Masyarakat itu tidak mau tahu pemerintah itu susah. Yang mereka tahu harus dilayani, harus dilayani," tegas Thaher.
Menurut dia, bencana dapat berupa bencana alam maupun konflik sosial. Karena itu, pemerintah daerah harus memiliki kemampuan untuk segera mencari solusi dan tidak semata-mata menunggu bantuan dari pemerintah pusat.
Thaher mencontohkan penanganan rumah warga terdampak konflik sosial di Ohoi Ngurdu yang mencapai 27 unit. Pemerintah Daerah, kata dia, mengambil langkah melalui APBD sehingga pembangunan rumah dapat diselesaikan dan ditempati masyarakat.
"Uang pemerintah hadir, negara hadir. Mereka (masyarakat red) yang tahu harus dapat pelayanan maksimal," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Thaher juga menyoroti kondisi sejumlah rumah warga di Ohoi Debut yang dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk atap rumah yang terbang akibat bencana alam.
Ia bahkan meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan bersama jajaran terkait segera memasukkan kebutuhan perbaikan tersebut dalam anggaran perubahan.
"Sekarang, bukan besok, sekarang. Bukan tahun depan, tahun ini harus dianggarkan," kata Thaher.
Ia menegaskan, penggunaan anggaran daerah harus diarahkan pada kebutuhan riil dan mendesak yang dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Maluku Tenggara Afan Bachri Ifat melaporkan, Pemerintah Daerah pada 2026 melaksanakan dua program, yakni realokasi rumah korban terdampak bencana serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Total terdapat 16 unit rumah yang direncanakan melalui program tersebut. Dari jumlah itu, empat unit telah selesai dibangun dan siap dihuni penerima manfaat.
Keempat rumah tersebut berada di Ohoi Rumadian Kecamatan Manyeuw, Ohoi Ohoijang Kecamatan Kei Kecil, Ohoi Hollat, Kacamatan Kei Besar Utara Timur dan Ohoi Weer Ohoiker Kecamatan Kei Besar Utara Barat.
Afan menjelaskan, pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana maupun yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Usai penyerahan kunci, Bupati Thaher bersama rombongan meninjau langsung rumah yang telah selesai dibangun. Ia juga meminta agar kebutuhan dasar penerima manfaat diperhatikan sehingga rumah baru tersebut benar-benar dapat menjadi tempat tinggal yang layak bagi keluarga.
Bagi Thaher, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan, tetapi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Jangan lihat dari rumah yang kecil dan sederhana ini. Yang dilihat adalah perhatian. Pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pelayanan," katanya.


