Kedua korban adalah Serda Rangga S., anggota TNI Angkatan Udara dari Lanud Dumatubun, dan Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku. Keduanya meninggal dunia setelah nekat menerjang ombak untuk menolong Opy Hanubun (16) yang sebelumnya melompat dari tebing Pantai Nirun Lear dan berteriak meminta pertolongan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 14.40 WIT sekelompok pelajar yang diduga masih duduk di bangku SMP berada di kawasan tebing pantai untuk berfoto. Mereka diketahui merupakan bagian dari rombongan sekolah, namun saat kejadian telah terpisah dari guru pendamping.
Di tengah aktivitas tersebut, Opy Hanubun tiba-tiba melompat ke laut. Diduga tidak mampu melawan derasnya arus, korban kemudian berteriak meminta tolong. Teriakan itu mengundang perhatian para pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
Melihat kondisi tersebut, Serda Rangga dan Briptu Nanda tanpa ragu langsung terjun ke laut untuk menyelamatkan korban. Namun kuatnya ombak di sekitar tebing membuat keduanya justru ikut terseret arus.
Warga yang menyaksikan kejadian segera berdatangan memberikan bantuan. Melalui upaya penyelamatan bersama, Opy Hanubun berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak lama kemudian, kedua aparat juga berhasil diangkat ke daratan, namun kondisinya sudah kritis.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Danar. Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di puskesmas sekitar pukul 15.00 WIT. Sementara Briptu Nanda yang dirujuk menggunakan ambulans menuju RS Karel Sadsuitubun Maluku Tenggara mengembuskan napas terakhir di tengah perjalanan.
Jenazah Serda Rangga selanjutnya diberangkatkan menuju Lanud Dumatubun sekitar pukul 18.00 WIT. Adapun Opy Hanubun masih menjalani perawatan medis.
Pengorbanan dua aparat tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan jiwa kemanusiaan yang mereka miliki. Mereka rela mempertaruhkan, bahkan mengorbankan nyawa demi menyelamatkan seorang pelajar yang berada dalam bahaya. Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi TNI dan Polri, serta masyarakat Maluku Tenggara.


