16 Rumah Dibangun untuk Korban Bencana dan Warga Berpenghuni Tak Layak di Maluku Tenggara


MALUKU TENGGARA, LANGGUR — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membangun 16 unit rumah melalui program realokasi rumah korban terdampak bencana dan rehabilitasi rumah tidak layak huni tahun anggaran 2026.

Dari total tersebut, empat unit rumah telah rampung dan siap dihuni penerima manfaat. Penyerahan kunci secara simbolis dilakukan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun di Ohoi Rumadian, Kecamatan Manyeuw, Jumat (21/8/2026).

Empat rumah yang telah selesai berada di Ohoi Rumadian Kecamatan Manyeuw, Ohoi Ohoijang Kecamatan Kei Kecil, Ohoi Hollat Kacamatan Kei Besar Utara Timur, dan Ohoi Weer Ohoiker Kecamatan Kei Besar Utara Barat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Maluku Tenggara Afan Bachri Ifat mengatakan pembangunan hunian layak menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena kondisi geografis Maluku Tenggara sebagai wilayah kepulauan masih menghadirkan tantangan dalam pemerataan infrastruktur dasar, termasuk sektor perumahan.

"Pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan melaksanakan dua program dalam rangka penanganan rumah tidak layak huni," kata Afan dalam laporannya.

Program pertama berupa realokasi rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana. Pembangunan rumah baru tipe 36 dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain pembangunan 8 unit rumah baru tipe 36 di Ohoi Weduar Kecamatan Kei Besar Selatan, kemudian pembangunan 3 unit rumah baru tipe 36 di Ohoi Ohoirenan Kecamatan Kei Besar Selatan, Pembangunan 1 unit baru di Ohoi Ohoiel Kecamatan Kei Besar, kemudian pembangunan 1 unit rumah baru tipe 36 di Ohoi Rumadian Kecamatan Manyeuw, dan pembangunan 1 unit rumah baru tipe 36 di Ohoi Ohoijang Kecamatan Kei Kecil.

Sementara itu, program rehabilitasi rumah tidak layak huni dilaksanakan melalui pembangunan rumah baru di Ohoi Hollat dengan tipe 36 dan Ohoi Weer Ohoiker dengan tipe 21.

Afan menyebut seluruh program tersebut dapat terlaksana berkat dukungan pemerintah daerah dan telah diakomodasi dalam APBD Kabupaten Maluku Tenggara tahun anggaran 2026.

Bupati Muhamad Thaher Hanubun mengatakan pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika masyarakat menghadapi musibah.

"Musibah yang datang tidak pernah diundang. Musibah itu terjadi atas kehendak Tuhan. Tapi Tuhan juga memberikan hati dan pikiran kepada kita bagaimana menyelesaikan, bagaimana menjawab musibah itu," ujarnya.

Menurut Thaher, masyarakat tidak berkepentingan mengetahui dari mana sumber anggaran pemerintah. Yang mereka harapkan adalah pelayanan dan penyelesaian atas persoalan yang dihadapi.

Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat menangani setiap laporan kerusakan rumah warga.

Thaher secara khusus meminta Dinas Perumahan memberikan perhatian terhadap rumah warga di Debut yang mengalami kerusakan akibat bencana, termasuk rumah yang atapnya dilaporkan terbang.

"Bila perlu dalam perubahan anggaran ini kita selesaikan," tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar anggaran pemerintah digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan dirasakan langsung masyarakat.

Setelah penyerahan kunci, Bupati bersama rombongan meninjau rumah yang telah selesai dibangun. Ia berharap penerima manfaat dapat menjaga dan memanfaatkan rumah tersebut dengan baik.

"Jangan lihat dari rumahnya kecil atau besarnya, bagus atau tidaknya. Lihat dari kepedulian," kata Thaher.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana di wilayah berjuluk Bumi Larvul Ngabal itu.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR