Pastori Keempat GPM Anugerah Langgur Mulai Dibangun, Pemda Malra Apresiasi Komitmen Jemaat


MALUKU TENGGARA, LANGGUR – Pembangunan Pastori Keempat Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Anugerah Langgur resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu penjuru di halaman Gereja Baru Anugerah Langgur, Kamis (13/8/2026).

Prosesi tersebut diawali doa bersama yang diikuti Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Ketua DPRD Maluku Tenggara Stepanus Layanan, Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual Irene Kolyaan, para pendeta, majelis jemaat, serta warga Jemaat GPM Anugerah.

Peletakan batu penjuru dilakukan secara bersama-sama oleh Ketua Klasis GPM, para pendeta, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang dalam hal ini Wakil Bupati, Ketua DPRD, Penjabat Kepala Ohoi Wearlilir, dan Ketua Panitia Pembangunan.

Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Irene Koljaan, dalam sambutanya mengatakan, peletakan batu penjuru bukan sekadar tanda dimulainya pembangunan fisik, tetapi menjadi momentum iman bagi Jemaat GPM Anugerah.

Menurutnya, pembangunan pastori keempat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan persembahan terbaik jemaat kepada Tuhan. Apalagi pembangunan pastori akan berjalan beriringan dengan pembangunan gedung gereja baru yang saat ini juga tengah dipersiapkan.

“Kita bersyukur karena Jemaat Anugerah tidak berjalan sendiri. Selain berjalan bersama Tuhan yang punya pekerjaan ini, kita juga berjalan bersama pemerintah dan DPRD,” katanya.

Ia mengungkapkan, persiapan lokasi pembangunan telah membutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar, termasuk sekitar Rp2 miliar untuk pekerjaan penimbunan. Besarnya kebutuhan tersebut, kata dia, menunjukkan besarnya komitmen iman warga jemaat dalam mendukung pembangunan rumah pelayanan tersebut.

Irene juga mengingatkan seluruh jemaat agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan.

Menurutnya, pembangunan pastori membutuhkan kerja bersama antara panitia, majelis jemaat, pendeta, dan seluruh warga jemaat. Komunikasi serta koordinasi harus terus dijaga agar persoalan yang muncul di tengah perjalanan dapat diselesaikan secara baik.

“Jangan biarkan panitia berjalan sendiri, majelis jemaat berjalan sendiri, atau para tukang berjalan sendiri. Mari bergandengan tangan. Kalau kita hidup dalam kerukunan dan persekutuan yang indah, ke sanalah Allah memerintahkan berkat-Nya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pastori tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat tinggal pendeta dan keluarganya. Rumah tersebut harus menjadi rumah pastoral, tempat berbagi, tempat umat menyampaikan pergumulan, sekaligus rumah yang menghadirkan kehidupan dan kedamaian bagi jemaat.

“Rumah ini juga menjadi rumah pergumulan, rumah kehidupan, rumah pastoral, rumah tempat curhat dan sharing, serta rumah damai bagi semua orang,” katanya.

Irene juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap pembangunan fasilitas gereja tersebut, termasuk hibah tanah yang diberikan untuk pembangunan gedung gereja dan pastori.

Ia berharap kemitraan antara gereja dan pemerintah terus terjaga dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam mengatakan, pembangunan pastori merupakan bagian penting dalam mendukung tugas pelayanan gereja.

Menurutnya, pastori bukan hanya rumah tinggal bagi pendeta atau pelayan jemaat, tetapi juga menjadi tempat mempersiapkan berbagai karya pelayanan dan misi gereja.

“Pastori adalah rumah bagi jemaat, bukan hanya rumah tinggal bagi pendeta dan atau pelayan jemaat. Pastori mengambil peran dalam misi keselamatan yang diemban oleh gereja,” kata Charlos.

Ia menambahkan, pembangunan Pastori Keempat Jemaat GPM Anugerah diharapkan mampu menyediakan fasilitas yang representatif guna menunjang program pelayanan jemaat.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemegahan bangunan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pelayanan gereja.

“Bukan hanya gedung megah yang menjadi inti sebuah karya pelayanan, melainkan kualitas pelayanan yang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Charlos mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara selama ini terus mendorong pembangunan tempat-tempat ibadah. Namun, keterbatasan anggaran membuat dukungan pemerintah harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyampaikan apresiasi kepada Jemaat GPM Anugerah atas berbagai kontribusi yang telah diberikan bagi kemaslahatan masyarakat.

“Semoga ke depan pastori Jemaat Anugerah ini dapat dibangun sesuai perencanaan yang ada dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan jemaat,” katanya.

Charlos juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kebersamaan sehingga pembangunan pastori dapat berjalan lancar hingga selesai.

Peletakan batu penjuru tersebut menjadi momentum penting bagi Jemaat GPM Anugerah Langgur dalam memperkuat pelayanan sekaligus membangun fasilitas gereja yang diharapkan dapat menjadi pusat persekutuan, pelayanan, dan pergumulan umat.

Pembangunan Pastori Keempat ini juga ditargetkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan gedung gereja baru sehingga kedua fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan secara maksimal untuk menunjang pelayanan Jemaat GPM Anugerah.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR