Kirab tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Maluku Tenggara. Bagi Bupati Thaher, kegiatan itu bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus membangkitkan semangat masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.
“Kirab ini bukan sekadar arak-arakan. Kirab ini adalah penghormatan kepada para pendiri bangsa, kepada para pahlawan, kepada mereka yang merebut kemerdekaan dan mempertahankan Sang Merah Putih,” kata Thaher dalam sambutannya.
Menurutnya, Bendera Merah Putih memiliki makna perjuangan yang sangat besar. Delapan puluh satu tahun lalu, kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta kirab tidak hanya mengarak bendera dengan tangan, tetapi juga memaknainya dengan hati.
“Di balik warna merah dan putih itu, ada darah, ada air mata, dan ada doa yang panjang serta pengharapan yang harus kita tunaikan,” ujarnya.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata
Thaher mengatakan, kemeriahan HUT Kemerdekaan RI harus bermuara pada semangat mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata.
Ia menegaskan, kemerdekaan bukan hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus diwujudkan melalui persatuan, kerja keras dan pelayanan kepada masyarakat.
“Mengisi kemerdekaan berarti bekerja. Mengisi kemerdekaan berarti bersatu. Mengisi kemerdekaan berarti memastikan bahwa kemajuan dan kesejahteraan sampai kepada seluruh masyarakat, dari kota sampai ke ohoi-ohoi yang paling jauh,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung kondisi daerah yang tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi. Menurutnya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah untuk bekerja lebih kreatif dan cermat.
“Keterbatasan tidak boleh melahirkan keluhan. Keterbatasan harus melahirkan kreativitas. Efisiensi bukan berarti berhenti melayani. Efisiensi berarti melayani dengan lebih cermat, lebih tepat dan lebih jujur,” katanya.
Merah dan Putih Punya Makna
Dalam sambutannya, Thaher turut menjelaskan makna filosofis warna Merah Putih.
Warna merah, kata dia, melambangkan keberanian, keteguhan dan semangat membara untuk menghadapi berbagai tantangan. Sementara warna putih melambangkan kesucian dan ketulusan dalam membangun negeri.
Menurutnya, kedua warna tersebut tidak dapat dipisahkan.
“Keberanian tanpa ketulusan akan menjadi kesewenangan. Ketulusan tanpa keberanian akan menjadi kelemahan. Keduanya harus berjalan bersama,” ungkapnya.
Ia kemudian mengajak masyarakat Maluku Tenggara menjadikan Kirab Bendera Merah Putih sebagai penanda bahwa daerah tersebut mencintai dan menghargai perjuangan bangsa serta siap bergerak bersama memajukan daerah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta kirab, panitia pelaksana, aparat keamanan dan tim kesehatan yang mendukung kegiatan tersebut.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga ketertiban, keselamatan dan kebersihan selama mengikuti kirab.
“Jaga keselamatan. Jaga ketertiban. Jaga kebersihan sepanjang rute yang kita lalui,” pesannya.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Bupati Muhamad Thaher Hanubun kemudian secara resmi menyatakan Kirab Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 dimulai.
Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!


