Maluku Tenggara Masuk 7 Daerah Prioritas Nasional Pendampingan Kesehatan Kemenkes dan Unair


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Kabupaten Maluku Tenggara menjadi salah satu dari tujuh daerah di Indonesia yang mendapat program pendampingan khusus penyusunan tata kelola kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI.

Program strategis nasional tersebut bertujuan membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menyusun dokumen perencanaan kesehatan yang lebih terukur, efektif, efisien, dan sesuai dengan tantangan wilayah kepulauan.

Ketua Tim Pendamping Universitas Airlangga, drg. Setia Harsaman, M.Kes, mengatakan pendampingan dilakukan selama tujuh bulan dan akan berlangsung hingga Oktober 2026.

“Kegiatan ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan kerja Dinas Kesehatan agar program-program kesehatan dapat berjalan lebih teratur, terencana, efisien, efektif, dan sesuai dengan sumber daya yang tersedia,” kata Harsaman di Langgur Rabu (10/6).

Menurutnya, penyusunan dokumen tersebut harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah, ketersediaan sumber daya manusia, serta kondisi sarana dan prasarana kesehatan yang ada.

Setia menjelaskan, Maluku Tenggara dipilih karena memiliki karakteristik dan tantangan yang cukup kompleks sebagai daerah kepulauan. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan antarpulau, kekurangan tenaga kesehatan, keterbatasan fasilitas kesehatan, hingga keterbatasan anggaran menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius.

“Kondisi geografis kepulauan memang menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu diperlukan perencanaan yang matang agar seluruh program kesehatan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tim Universitas Airlangga telah memulai pendampingan sejak Mei lalu dan akan kembali melakukan sejumlah kunjungan lanjutan pada Agustus dan September mendatang. Selain workshop dan pendampingan teknis, tim juga akan melakukan evaluasi terhadap dokumen yang disusun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.

Pada akhir program, hasil penyusunan dokumen perencanaan kesehatan tersebut akan dipresentasikan langsung di hadapan Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari evaluasi nasional.

Setia menambahkan, Maluku Tenggara merupakan satu dari tujuh lokasi pendampingan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan pada tahun ini. Selain Maluku Tenggara, program serupa juga dilaksanakan di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ambon, Kota Jayapura, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Harapannya dokumen yang dihasilkan nantinya benar-benar menjadi pedoman pembangunan kesehatan yang realistis, terukur, dan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan di daerah,” katanya.

Program pendampingan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang menilai kehadiran tim Universitas Airlangga menjadi peluang penting untuk memperkuat sistem kesehatan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR