Hanubun Klaim Listrik 24 Jam Sudah Ubah Wajah Pelayanan Kesehatan di Pulau-pulau


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengklaim kehadiran listrik 24 jam di sejumlah wilayah Pulau-pulau telah membawa perubahan besar terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses energi.

Pernyataan itu disampaikan Hanubun saat membuka kegiatan pendampingan tata kelola kesehatan yang dilaksanakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI di Langgur Rabu (10/6).

Bagi Hanubun, salah satu kendala utama pelayanan kesehatan di wilayah Pulau-pulau selama ini adalah keterbatasan pasokan listrik yang menghambat operasional fasilitas kesehatan dan penggunaan peralatan medis.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa terjawab sedikit. Listrik yang dulunya hanya menyala 12 jam di Kei Besar, sekarang sudah menyala 24 jam,” ujar Thaher Hanubun.

Bupati menjelaskan, program peningkatan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan pemerintah telah menjangkau sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Pulau Ur, Warbal, dan Tanimbar Kei. Dengan tersedianya listrik sepanjang hari, fasilitas kesehatan kini dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai alat kesehatan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan daya listrik kini sudah dapat beroperasi dengan baik, baik di rumah sakit maupun puskesmas.

“Alat-alat kesehatan yang dulu mungkin ada, tetapi tidak terkoneksi dengan listrik secara maksimal, sekarang sudah bisa digunakan. Baik di rumah sakit maupun di wilayah Kei Besar,” katanya.

Selain peningkatan pasokan listrik, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga telah mengembangkan sistem komunikasi kesehatan yang memungkinkan tenaga medis di daerah berkoordinasi langsung dengan rumah sakit rujukan di Ambon untuk mendukung pelayanan pasien.

Hanubun menilai kemajuan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan yang selama ini terkendala jarak dan akses transportasi.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama terkait pemenuhan tenaga kesehatan, perbaikan sarana dan prasarana puskesmas, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Kalau listrik sudah tersedia 24 jam, maka tidak ada lagi alasan untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Tinggal bagaimana kita memperkuat sumber daya manusia dan tata kelolanya,” tegas Hanubun.

Lebih lanjut, Bupati berharap pendampingan yang dilakukan Universitas Airlangga bersama Kementerian Kesehatan dapat menghasilkan perencanaan yang tepat guna sehingga pelayanan kesehatan di Maluku Tenggara semakin merata dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar dan terpencil.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR