Pesan itu disampaikan Hanubun saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Langgur, Senin (15/6/2026).
"Pemuda harus hadir sebagai pelaku, penggerak sekaligus pengawas pembangunan. Kita membutuhkan pemuda yang mampu menawarkan solusi, bukan sekadar kritik tanpa kontribusi," tegas Hanubun di hadapan peserta Musda.
Menurutnya, Maluku Tenggara saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari tingginya biaya logistik sebagai daerah kepulauan, keterbatasan fiskal daerah, hingga minimnya lapangan pekerjaan.
Dalam situasi tersebut, kata Hanubun, generasi muda dituntut mengambil peran strategis untuk membantu pemerintah menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik. Namun kritik yang disampaikan harus bersifat konstruktif dan disertai komitmen untuk ikut menyelesaikan masalah.
"Masa depan daerah tidak dibangun hanya dengan menyalahkan pihak lain. Masa depan dibangun oleh orang-orang yang berani mengambil tanggung jawab dan bekerja sama," ujarnya.
Bupati dua periode itu juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda. Ia meminta KNPI tetap menjadi rumah besar seluruh organisasi kepemudaan tanpa membedakan latar belakang organisasi, agama, suku maupun pilihan politik.
"Musyawarah daerah ini harus menjadi ruang adu gagasan, bukan adu kekuatan. Ruang mencari pemimpin terbaik, bukan sekadar memenangkan kelompok tertentu," katanya.
Hanubun mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah untuk melayani, bukan untuk dilayani. Karena itu, siapa pun yang terpilih memimpin KNPI Maluku Tenggara nantinya harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh pemuda, bukan hanya kelompok pendukungnya.
Pada kesempatan tersebut, Hanubun juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Caretaker DPD KNPI Maluku Tenggara, Pablo Rafra, yang dinilainya berhasil menyatukan berbagai organisasi kepemudaan dalam satu forum Musda.
"Kurang lebih tujuh tahun saya memimpin daerah ini, baru kali ini saya melihat seluruh OKP hadir lengkap dalam satu forum. Ini luar biasa," ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Bupati bahkan menyebut selama ini publik kerap melihat KNPI terpecah dalam beberapa kelompok. Namun melalui Musda kali ini, ia menilai semangat persatuan berhasil ditunjukkan oleh para pemuda Maluku Tenggara.
Menutup sambutannya, Hanubun mengajak seluruh peserta Musda menerima hasil pemilihan secara dewasa serta mengedepankan semangat persaudaraan demi kemajuan daerah.
"Siapa pun yang terpilih nanti, mari kita terima bersama dan bergandengan tangan membangun Maluku Tenggara. Tinggalkan kebencian, perkuat persatuan, dan tegakkan semangat Ain Ni Ain untuk Maluku Tenggara yang lebih hebat," pungkasnya.
Musda DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 mengusung tema "Pemuda Kuat Bergerak Setara Membangun Negeri untuk Maluku Tenggara Hebat" dan diikuti puluhan organisasi kepemudaan yang berhimpun dalam KNPI Maluku Tenggara.


