Kegiatan yang dimulai sejak 4 Mei 2026 ini digelar setiap malam pukul 20.00 WIT dengan total tujuh grup (A–G), masing-masing diisi 15 peserta. Format lomba terdiri dari penyisihan 1 dan 2, semifinal grup, final grup, hingga grand final.
Panitia menerapkan aturan ketat demi menjaga kualitas penampilan. Peserta wajib tampil dengan kamera aktif (on cam), berdiri saat bernyanyi kecuali dalam kondisi tertentu, serta menggunakan perangkat pendukung seperti soundcard, mikrofon, dan OTG.
Kesalahan lirik tidak langsung menggugurkan peserta, namun akan mengurangi nilai antara 2 hingga 3 poin.
Menariknya, panitia juga membuka kategori Juara Favorit yang ditentukan berdasarkan dukungan “gifter” terbanyak dari penonton. Setiap grup hanya meloloskan satu peserta melalui jalur ini ke tahap berikutnya.
Sigit Tamher menegaskan, ajang ini bukan sekadar kompetisi hiburan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi talenta daerah untuk tampil di panggung global.
“Ini bukan hanya soal siapa yang terbaik, tetapi bagaimana anak-anak daerah bisa tampil percaya diri di ruang digital yang menjangkau nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari luar negeri menunjukkan bahwa ekosistem hiburan digital telah melampaui batas geografis.
“Dukungan ini penting untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus mengarahkan energi pemuda ke hal-hal produktif,” tegasnya.
Dengan kombinasi kompetisi vokal, interaksi digital, dan dukungan penonton, POP Sahabat Enjoy Season 6 menjadi bukti bahwa industri hiburan berbasis media sosial terus berkembang pesat dan mampu menjangkau audiens lintas wilayah hingga mancanegara. Antusiasme publik pun diprediksi terus meningkat hingga babak grand final.


