Wabup Viali Paparkan Tantangan Pendidikan Kepulauan di Forum Inovasi Provinsi Maluku

Wabup Charlos Viali Rahantoknam. Foto/dok: Achak.
AMBON, HARIANMALUKU.com — Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa sektor pendidikan di wilayah yang dipimpinnya itu masih menghadapi tantangan serius, mulai dari keterbatasan akses hingga belum meratanya kualitas layanan.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Provinsi Maluku yang digelar di Hotel Santika Ambon, Selasa (5/5/2026).

Dalam paparannya, Rahantoknam menyebut pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan fondasi utama bagi masa depan generasi muda, khususnya di wilayah Kepulauan Kei. Namun, kondisi geografis sebagai daerah kepulauan membuat distribusi layanan pendidikan belum merata.

“Sebagai daerah kepulauan, akses antarwilayah masih terbatas, distribusi layanan pendidikan belum merata, dan kualitas pembelajaran perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Dihadapan peserta forum yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, termasuk perwakilan pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan, Wabup Viali juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana serta kondisi fiskal daerah yang menuntut pemerintah bekerja lebih efektif dan efisien dalam mengelola sektor pendidikan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara disebut tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut, di antaranya program pemerataan akses pendidikan melalui kebijakan “1 Ohoi 1 TK Negeri”, redistribusi tenaga guru, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendidikan melalui pelatihan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Pemerintah Daerah juga mendorong penerapan tata kelola pendidikan berbasis data, peningkatan sarana dan prasarana, serta pengembangan digitalisasi layanan pendidikan melalui inovasi sistem berbasis teknologi.

Kedepan, arah kebijakan pendidikan di Maluku Tenggara akan difokuskan pada pemerataan berbasis afirmasi kepulauan, transformasi digital, penguatan SDM, tata kelola berbasis data, serta kolaborasi lintas sektor.

“Semua ini bertujuan untuk memastikan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan,” tegasnya.

Rahantoknam menambahkan, di tengah berbagai keterbatasan, Pemerintah Daerah terus berupaya mengubah pola kerja menjadi lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Dengan komitmen bersama, kita yakin pendidikan di Maluku Tenggara akan menjadi pilar kuat bagi pembangunan daerah dan masa depan generasi muda,” pungkasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR