Kondisi tersebut membuat bayi malang itu harus menjalani tindakan operasi awal dan kini masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Ditengah perjuangan itu, keluarganya yang diketahui berasal dari kalangan kurang mampu hanya bisa berharap ada bantuan dari pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Sosial Daerah pun bergerak cepat dengan mengajukan permohonan bantuan pembiayaan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Permohonan itu tertuang dalam surat resmi tertanggal 26 Maret 2026 yang ditujukan kepada Menteri Sosial RI melalui Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas.
Harus Jalani Kolostomi di Usia Sangat Dini
Berdasarkan dokumen yang diajukan, bayi tersebut lahir pada 6 Maret 2026 di Maluku Tenggara. Dari hasil pemeriksaan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, bayi itu didiagnosis mengalami kelainan anorektal atau atresia ani, yaitu kondisi bawaan ketika saluran pembuangan tidak terbentuk secara normal.
Akibat kelainan itu, bayi harus segera menjalani operasi kolostomi, yakni pembuatan lubang di bagian perut sebagai jalur sementara untuk mengeluarkan kotoran.
Keterbatasan Ekonomi Jadi Beban Tambahan
Dibalik persoalan medis yang berat, keluarga bayi ini juga menghadapi kenyataan pahit lainnya, yakni keterbatasan ekonomi.
Dalam surat yang diajukan Dinas Sosial, keluarga bayi disebut telah melalui proses identifikasi dan verifikasi, dan masuk dalam kategori keluarga miskin serta rentan. Data tersebut juga disebut telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kondisi ini membuat kebutuhan pengobatan, transportasi medis, hingga biaya tindakan lanjutan menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga.
Dinsos Turun Langsung Lakukan Asesmen
Sebagai bentuk kepedulian, Dinas Sosial Daerah Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya mengirimkan surat permohonan, tetapi juga telah melakukan asesmen langsung terhadap kondisi bayi dan keluarganya.
Asesmen dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan medis dan sosial bayi tersebut benar-benar mendesak serta layak mendapatkan intervensi bantuan dari pemerintah pusat.
Langkah ini menunjukkan bahwa kasus anak berkebutuhan khusus, terlebih yang menyangkut keselamatan jiwa, membutuhkan penanganan cepat dan kolaborasi lintas sektor.
Dokumen Lengkap dan Bukti Medis Dilampirkan
Seluruh dokumen itu menjadi dasar permohonan agar bantuan pembiayaan penanganan medis dapat segera diproses oleh Kementerian Sosial RI.
Harapan Besar untuk Kesembuhan Sang Bayi
Kasus ini menjadi potret nyata bahwa masih ada bayi dan anak-anak di daerah yang harus berjuang melawan kondisi medis berat sejak lahir, sementara keluarga mereka hidup dalam keterbatasan.
Kini, harapan besar tertuju pada hadirnya bantuan pemerintah agar bayi tersebut bisa menjalani operasi lanjutan dan mendapatkan kesempatan tumbuh dengan kondisi yang lebih baik.
Ditengah usia yang masih sangat dini, perjuangan kecil seorang bayi di Maluku Tenggara ini menjadi pengingat bahwa kepedulian negara dan kemanusiaan tidak boleh terlambat datang.


