Tak Perlu Jauh Berobat! Rumah Sakit Kapal Siap Layani Warga Maluku Tenggara

Potret Tak Perlu Jauh Berobat! Rumah Sakit Kapal Siap Layani Warga Maluku Tenggara. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas mulai terbuka. Pada Jumat (22/5/2026), organisasi kemanusiaan nirlaba doctorSHARE menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadirkan pelayanan medis melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II, khusus bagi masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Langkah awal kolaborasi tersebut ditandai dengan audiensi tim doctorSHARE bersama Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun untuk membahas peluang kerja sama pelayanan kesehatan yang menjangkau langsung masyarakat Pulau-pulau yang selama ini menghadapi keterbatasan akses fasilitas medis.

Berdasarkan dokumen resmi doctorSHARE tertanggal 12 Mei 2026, yayasan tersebut menyampaikan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di daerah dengan akses kesehatan yang masih terbatas.

“Pada tahun 2026, beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara direncanakan menjadi lokasi pelayanan medis Rumah Sakit Kapal,” tulis doctor SHARE dalam surat permohonan audiensi yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara.

Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat Maluku Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang, bahkan menyeberangi laut, hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan medis.

Melalui RSK Nusa Waluya II, doctorSHARE berencana membawa layanan kesehatan langsung ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Rumah sakit terapung ini dirancang untuk memberikan pelayanan medis secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, edukasi kesehatan, layanan promotif dan preventif, hingga tindakan medis tertentu sesuai kebutuhan.

Tak hanya melakukan audiensi, doctorSHARE juga telah menyiapkan agenda survei lapangan dan koordinasi teknis dengan berbagai pihak terkait sebagai bagian dari persiapan program.

Berdasarkan jadwal kegiatan, tim doctorSHARE dijadwalkan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Dinas Kesehatan, RSUD Karel Sadsuitubun, BPJS Kesehatan, PMI, hingga stakeholder di wilayah Kei Besar, termasuk Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Pelabuhan, dan fasilitas kesehatan setempat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis serta kebutuhan lapangan sebelum pelayanan medis benar-benar dijalankan.

Jika program ini terealisasi, maka paradigma pelayanan kesehatan di Maluku Tenggara akan berubah. Warga tak lagi harus datang jauh-jauh ke rumah sakit, tetapi rumah sakit yang justru hadir mendekat ke masyarakat.

Dalam materi presentasinya, doctorSHARE menegaskan bahwa misi utama program ini adalah menghadirkan akses kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.

Kehadiran RSK Nusa Waluya II pun berpotensi menjadi jawaban atas tantangan pelayanan kesehatan di wilayah Pulau-pulau Maluku Tenggara, sekaligus membawa harapan baru bagi ribuan warga di daerah 3T.

“Tak perlu jauh berobat” bukan lagi sekadar harapan, tetapi bisa segera menjadi kenyataan bagi masyarakat Maluku Tenggara.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR