Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, mengatakan tantangan geografis sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi alasan terjadinya ketimpangan layanan pendidikan.
“Transformasi pendidikan bukan hanya soal perubahan kurikulum atau teknologi, tetapi memastikan setiap anak Kei, baik di pusat kota maupun daerah terpencil, memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkeadilan,” katanya dalam dialog interaktif RRI Tual.
Menurutnya, persoalan pemerataan guru, keterbatasan akses internet, hingga efisiensi anggaran menjadi tantangan nyata yang harus dijawab dengan inovasi.
Ia mengakui ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat cukup tinggi, namun Bupati Maluku Tenggara terus mendorong seluruh OPD untuk tidak meratapi keterbatasan anggaran.
“Pesan Bupati jelas, jangan meratapi keterbatasan fiskal. Kita harus berpikir keras, bekerja keras, dan berinovasi,” ujarnya.
Pemkab Maluku Tenggara juga menargetkan pembangunan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi emas berbasis budaya lokal menuju Indonesia Emas 2045.


