Penghargaan bergengsi itu menempatkan Maluku Tenggara sebagai terbaik ketiga tingkat Kabupaten, sejajar dengan daerah-daerah berprestasi lain di kawasan timur Indonesia. Atas capaian tersebut, Maluku Tenggara berhak memperoleh insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Kemendagri untuk mendukung program pembangunan daerah.
Tak hanya Maluku Tenggara, Kota Tual juga mengukir prestasi dengan keluar sebagai pemenang tingkat kota dalam kategori yang sama dalam mempertegas dominasi wilayah Maluku dalam pengendalian inflasi daerah.
Ajang penghargaan ini menjadi sorotan karena dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menko Polkam, pimpinan DPR RI, para Gubernur, Bupati, Wali Kota, serta pejabat kementerian dan lembaga.
Tito: Daerah Jangan Hanya Diawasi, Harus Diberi Penghargaan
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa Pemerintah Pusat ingin mengubah pendekatan pembinaan daerah, dari sekadar pengawasan menjadi sistem yang juga memberi penghargaan nyata.
Menurut Tito, selama ini Kemendagri lebih dikenal sebagai institusi yang memberikan evaluasi, pengawasan APBD, pemeriksaan, hingga pembinaan administratif. Namun, pendekatan itu dinilai belum cukup memotivasi kepala daerah.
“Kalau terus pakai pendekatan pengawasan saja, lama-lama kepala daerah bisa merasa hanya diberi tekanan. Karena itu kami siapkan reward yang nyata,” ujar Tito disambut tepuk tangan peserta.
Ia mengungkapkan, tahun ini Kemendagri menyiapkan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun untuk pemerintah daerah berprestasi.
“Kalau hanya trofi dan sertifikat, itu biasa. Yang lebih terasa tentu insentif fiskal karena bisa langsung masuk APBD dan digunakan untuk program daerah,” katanya.
Sistem Kompetisi Dibagi Per Regional, Biar Lebih Adil
Tito menjelaskan, penghargaan tidak lagi dipusatkan dalam kompetisi nasional penuh karena dianggap tidak seimbang.
Daerah dengan APBD besar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, atau kota-kota metropolitan dinilai akan terus mendominasi jika seluruh daerah disatukan dalam satu arena kompetisi.
Karena itu, Kemendagri membagi penilaian berdasarkan enam regional, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta Nusa Tenggara-Maluku.
Menurut Tito, model ini memberi kesempatan lebih adil bagi daerah dengan kapasitas fiskal terbatas.
“Kalau daerah kecil dipaksa bertanding dengan daerah APBD puluhan triliun, tentu berat. Maka kami buat sistem regional agar kompetisinya lebih seimbang,” ujarnya.
Ia bahkan berseloroh bahwa daerah-daerah di Nusa Tenggara dan Maluku adalah wilayah dengan keterbatasan fiskal yang justru patut didorong lebih kuat.
Empat Kategori Penilaian Strategis
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 menilai kinerja pemerintah daerah dalam empat indikator utama yang dianggap paling relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kategori tersebut meliputi Penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, Creative financing, Pengendalian inflasi dan Penurunan tingkat pengangguran.
Khusus kategori pengendalian inflasi, penilaian mencakup stabilitas harga pangan, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran, serta efektivitas intervensi pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dalam kategori ini, daftar pemenang adalah:
Garuda TV: Daerah Kini Jadi Motor Pembangunan Nasional
Direktur Utama Garuda TV dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Indonesia kini tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada pemerintah pusat.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menjadi pusat inovasi dan solusi konkret bagi masyarakat.
“Daerah hari ini bukan lagi pelengkap pembangunan nasional, tetapi motor utama yang menghadirkan solusi cepat, inovatif, dan berdampak langsung,” ujarnya.
Ia menyebut penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas kerja keras kepala daerah dalam menjawab tantangan ekonomi, pangan, energi, hingga pelayanan publik.
Menko Polkam: Prestasi Butuh Keberanian
Menko Polkam dalam arahannya menegaskan bahwa prestasi tidak lahir tanpa keberanian mengambil langkah.
Ia memberi apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang berhasil meraih penghargaan, namun juga menyemangati daerah lain agar terus meningkatkan kinerja.
“Tidak ada kemenangan tanpa sesuatu yang dipertaruhkan. Yang belum menang jangan berkecil hati, karena selisih nilainya bisa jadi sangat tipis,” ujarnya.
Maluku Tenggara Buktikan Daya Saing Nasional
Prestasi Maluku Tenggara dalam ajang ini menjadi sinyal bahwa daerah di kawasan timur Indonesia semakin mampu bersaing dalam tata kelola pemerintahan.
Keberhasilan mengendalikan inflasi menunjukkan kapasitas pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah tekanan harga dan tantangan distribusi wilayah kepulauan.
Dengan tambahan insentif fiskal dari pemerintah pusat, penghargaan ini diharapkan menjadi energi baru bagi Maluku Tenggara untuk memperkuat program pembangunan dan pelayanan publik.
Bagi masyarakat Maluku Tenggara, penghargaan ini bukan sekadar trofi—melainkan pengakuan nasional bahwa daerah mereka mampu berdiri sejajar dengan daerah terbaik lainnya di Indonesia.


