Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor Emmanuel Buditovi Empar, mengatakan Kepulauan Kei memiliki modal besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kalau daerah lain punya kekuatan masing-masing, kita punya Pantai Ngurbloat dengan pasir terhalus yang menjadi daya tarik luar biasa. Ini kekuatan kompetitif yang tidak semua daerah miliki,” ujarnya dalam talk show Maluku Tenggara Menyapa bersama RRI Tual, Senin (18/5/2026).
Menurut Buditovi, pariwisata saat ini menjadi salah satu leading sector pembangunan daerah, sejalan dengan visi pemerintahan Bupati Maluku Tenggara yang mendorong penguatan potensi lokal.
Ia mengungkapkan branding pariwisata Maluku Tenggara terus menguat sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya melalui pengakuan terhadap Pantai Ngurbloat yang dikenal memiliki pasir terhalus, keberhasilan Desa Wisata Ngilngof di ajang nasional, hingga masuknya Festival Pesona Meti Kei dalam agenda Kharisma Event Nusantara.
“Di Provinsi Maluku, Maluku Tenggara sudah menjadi barometer pariwisata. Ini momentum yang harus kita gas penuh,” katanya.
Buditovi menilai keberhasilan sektor wisata harus berorientasi pada konsep community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat, sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan langsung oleh warga.
Ia menekankan pariwisata berkelanjutan tidak hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi dan sosial budaya masyarakat setempat.
“Kalau lapangan kerja terbuka, tenaga kerja terserap, kemiskinan bisa ditekan, dan masyarakat mendapat manfaat langsung dari keindahan alam yang Tuhan berikan,” ujarnya.
Ia juga menyebut pergeseran tren wisata nasional ke Indonesia Timur menjadi peluang besar bagi Maluku Tenggara untuk mengambil posisi strategis sebagai destinasi unggulan.
Menutup pernyataannya, Buditovi mengajak seluruh masyarakat menjadi duta wisata daerah.
“Surga pantai dunia itu ada di Kepulauan Kei. Tapi kita juga harus yakinkan dunia bahwa Kei aman untuk dikunjungi,” tegasnya.


