Poster bertajuk “Salam Fagnanan Ain Ni Ain” itu mengajak masyarakat Maluku Tenggara untuk menjauhi perilaku negatif yang dikenal dengan istilah “4M”, yakni mabok, marah, melotot, dan mukul. Sebaliknya, masyarakat diajak membangun budaya “4S”, yaitu senyum, sapa, salam, dan silaturahmi.
Pesan tersebut dinilai menyentuh kehidupan sosial masyarakat Kei karena menggunakan pendekatan budaya lokal dan nilai persaudaraan “Ain Ni Ain” yang selama ini menjadi simbol persatuan masyarakat di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Dalam poster itu juga tertulis pesan moral “Bangun Persaudaraan, Hormati Sesama, Jaga Kehormatan” yang dipadukan dengan nilai disiplin, loyal, solid, profesional, dan humanis.
Poster berlatar nuansa merah putih tersebut menampilkan simbol jabat tangan sebagai lambang persaudaraan serta dua sisi pesan berbeda, yakni larangan melakukan tindakan yang memicu konflik dan ajakan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Langkah yang dilakukan Kodim 1503/Malra itu mendapat perhatian warganet karena dinilai relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ajakan “Jang Biking 4M, Tapi Biking 4S” juga dinilai mudah diterima generasi muda karena menggunakan bahasa sederhana, khas Maluku, namun sarat makna persaudaraan dan toleransi.
Sejumlah warga bahkan membagikan ulang poster tersebut di berbagai grup media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap pesan damai dan persatuan yang disampaikan Kodim 1503/Malra.
Melalui pendekatan budaya lokal “Fagnanan Ain Ni Ain”, Kodim 1503/Malra berharap masyarakat terus menjaga hubungan kekeluargaan, menghindari konflik, serta memperkuat semangat hidup orang basudara di Bumi Larvul Ngabal.


