Pesan itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Agung Raudhah, Langgur, Rabu (27/5/2026).
“Jangan sampai Idul Adha berlalu begitu saja tanpa makna. Apa yang sudah kita korbankan untuk masyarakat, untuk saudara-saudara kita, itulah yang harus kita renungkan,” kata Hanubun di hadapan ribuan jamaah.
Dalam sambutannya, Hanubun menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat kepedulian sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada sekat sosial maupun perasaan asing di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita semua sama. Tidak boleh ada rasa perbedaan terhadap siapa pun, baik yang datang dari luar daerah maupun dari luar negeri. Ketika mengucapkan salam, kita adalah saudara sesama Muslim,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur yang telah berpartisipasi dalam ibadah kurban tahun ini.
Sementara itu, panitia Hari Besar Islam (PHBI) Maluku Tenggara melaporkan total 35 hewan kurban, terdiri atas 33 ekor sapi dan dua ekor kambing, telah terdata untuk Idul Adha tahun ini.
Dari jumlah tersebut, bantuan datang dari berbagai pihak, termasuk dua ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia, tiga ekor sapi dari Bupati Maluku Tenggara, 14 ekor sapi dari Pemerintah Daerah, serta sumbangan dari sejumlah instansi, perbankan, perusahaan, dan tokoh masyarakat.
Sebanyak 13 ekor sapi dan dua ekor kambing dijadwalkan disembelih di pelataran Masjid Agung Raudhah, sementara sisanya didistribusikan ke masjid-masjid dan ohoi di wilayah Maluku Tenggara.
Ketua panitia menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan kurban masih dapat dilakukan hingga akhir hari Tasyrik, yakni 30 Mei 2026.
Pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini terselenggara melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta berbagai unsur masyarakat.
Bertindak sebagai imam Salat Idul Adha yakni Dr. H. Muhammad Zein Matdoan, sementara khutbah disampaikan Dr. H. Arifin Difinubun, M.Kes.I.
Suasana ibadah berlangsung khusyuk dengan gema takbir yang mengiringi sejak pagi, menandai perayaan hari besar umat Islam yang sarat makna pengorbanan dan kebersamaan.


