Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Victor E. Budi Toffy, mengatakan Bahasa Kei menjadi salah satu dari enam warisan budaya tak benda yang diajukan ke pemerintah pusat tahun 2026.
Menurutnya, meski masih dipahami masyarakat, penggunaan Bahasa Kei mulai berkurang, terutama di kalangan anak muda perkotaan.
“Generasi muda masih mengerti Bahasa Kei, tetapi ketika diminta berbicara sudah mulai berkurang. Karena itu harus direvitalisasi lewat pendidikan,” kata Victor dalam dialog interaktif “Maluku Tenggara Menyapa” Rabu (27/5).
Ia menegaskan, penguatan Bahasa Kei bukan sekadar menjaga identitas daerah, tetapi juga menjadi simbol persatuan masyarakat Kei di tengah perkembangan zaman.
Selain bahasa, Pemerintah Daerah juga sedang menginventarisasi berbagai tradisi, cerita rakyat, dan adat istiadat untuk didokumentasikan dalam bentuk digital dan buku.
Victor menilai budaya Kei memiliki kekuatan besar untuk diperkenalkan secara nasional hingga internasional apabila dikelola secara serius dan berbasis data.
“Budaya Kei tidak boleh hanya jadi kebanggaan lokal. Ini harus dipromosikan secara luas sebagai identitas budaya bangsa,” ujarnya.


