Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffy, mengatakan situs prasejarah itu menjadi bukti tingginya peradaban leluhur Kei sejak ribuan tahun lalu.
“Goa Luat menunjukkan tingkat peradaban yang luar biasa dan harus mendapatkan pengakuan nasional bahkan internasional,” katanya di Langgur Rabu (27/5).
Menurut Victor, Pemerintah Daerah sedang menyiapkan berbagai dokumen pendukung untuk pengusulan ke Pemerintah Pusat hingga UNESCO.
Ia menyebut penetapan Goa Luat akan menjadi tonggak penting dalam penguatan wisata sejarah dan budaya di Kepulauan Kei.
Selain Goa Luat, Disparbud juga mendorong pengakuan terhadap berbagai situs budaya lain, termasuk Ngutun Rit dan Tenon Bes yang disebut sebagai nekara terbesar di Indonesia.
Victor menjelaskan, keberadaan benda budaya tersebut membuktikan Kepulauan Kei sudah dikenal dunia luar sejak abad keempat masehi.
“Kalau benda budaya itu sudah masuk ke Kei sejak abad keempat, berarti saat itu Kei sudah punya daya tarik luar biasa,” ujarnya.


