Festival Pesona Meti Kei Masuk KEN Enam Kali, Maluku Tenggara Jadi Rujukan Nasional

Festival Pesona Meti Kei Masuk KEN Enam Kali, Maluku Tenggara Jadi Rujukan Nasional. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Festival Pesona Meti Kei kembali mencatat prestasi membanggakan. Event unggulan Maluku Tenggara itu resmi masuk agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor Emmanuel Buditovi Empar, menyebut capaian itu menjadi bukti kuat bahwa Maluku Tenggara kini diperhitungkan sebagai salah satu pusat pengembangan pariwisata nasional.

“Festival Pesona Meti Kei sudah sangat kuat branding-nya. Bahkan menjadi rujukan daerah lain untuk studi banding,” kata Budi Toffy di Langgur Senin (18/5/2026).

Ia mengungkapkan salah satu keunikan festival tersebut adalah keberanian menggunakan 100 persen talenta lokal, sesuatu yang disebut mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Pariwisata.

“Dalam event Kharisma Event Nusantara, Festival Pesona Meti Kei menjadi salah satu yang full menggunakan talenta lokal,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan sekadar soal panggung hiburan, tetapi strategi pemerataan ekonomi.

Dengan memberdayakan seniman lokal, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif, uang yang beredar tetap berputar di daerah.

“Spreading money-nya lebih kuat. Ekonominya dirasakan langsung masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan festival tidak hanya milik pemerintah, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Konsep community based tourism menjadi fondasi utama keberhasilan penyelenggaraan.

Bahkan sejumlah daerah dari luar Maluku disebut datang khusus untuk mempelajari model pengelolaan event Maluku Tenggara.

“Termasuk ada daerah seperti Timika yang datang untuk studi banding,” ungkapnya.

Buditovi memastikan Festival Pesona Meti Kei 2026 akan digelar dengan skala yang lebih besar.

“Kita ingin gaung tahun 2026 lebih pecah lagi,” katanya.

Ia juga menegaskan promosi pariwisata Kepulauan Kei harus dilakukan tanpa sekat administratif antara Kota Tual dan Maluku Tenggara.

“Yang kita jual adalah pariwisata Kepulauan Kei. Bukan ego wilayah. Kei harus mendunia,” tegasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR