Kelima prajurit tersebut dinilai berjasa besar melalui aksi kemanusiaan, kepedulian sosial, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat yang berdampak luas.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Kopda Mario Gino, Babinsa Desa Todowongi, yang sempat viral karena aksi heroiknya menggendong siswa sekolah menyeberangi sungai demi keselamatan mereka.
Aksi tersebut tak hanya menuai pujian publik, tetapi juga memantik perhatian pemerintah pusat. Kementerian PUPR kemudian membangun jembatan gantung senilai Rp7 miliar di wilayah tersebut agar warga, khususnya anak-anak sekolah, dapat menyeberang dengan aman.
Selain Kopda Mario, penghargaan juga diberikan kepada Letkol Inf Hendra Surya Ningrat, Kasbrig 27/Nusa Ina, atas aksi penyelamatan dramatis terhadap sepasang suami istri yang nyaris tenggelam di perairan Kepulauan Tanimbar saat masih menjabat sebagai Dandim 1507/Saumlaki.
Kemudian Kapten Inf Yus Budi Harto, Danramil 1501-03/Jailolo, yang mendapat apresiasi karena membantu memulangkan dan membangun kembali rumah sebuah keluarga yang sempat diusir warga akibat tuduhan yang tidak terbukti.
Tak hanya itu, Mayor Inf Ikbal Hanafi, Pasilat Siops Korem 152/Baabullah, juga menerima penghargaan setelah sukses meyakinkan masyarakat di Halmahera Timur untuk menghibahkan lahan seluas 400 hektare bagi kepentingan TNI AD.
Penghargaan serupa diberikan kepada Pelda Amran Latukaisupi, Bamintuud Jasdam XV/Pattimura, yang berhasil menggalang dukungan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat hingga menghibahkan 40 hektare lahan untuk mendukung pembangunan Yon TP 865/Satria Manewata.
Upacara penghargaan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh personel Makodam XV/Pattimura, mulai dari perwira, bintara, tamtama, hingga PNS TNI.
Pemberian penghargaan ini menjadi bukti bahwa prajurit TNI tak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat dalam berbagai persoalan kemanusiaan.


