Program itu dilakukan untuk menyelamatkan tradisi lisan yang selama ini hanya diwariskan secara turun-temurun oleh para tetua adat.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffy, mengatakan pihaknya sudah melakukan perekaman storytelling di sejumlah Ohoi.
“Kami sedang menyiapkan dokumentasi dalam bentuk buku dan digitalisasi,” katanya di Langgur Rabu (27/5).
Victor mengaku banyak cerita rakyat Kei yang belum pernah ditulis, padahal memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.
Ia menyebut masyarakat juga mulai aktif melaporkan potensi budaya daerah kepada pemerintah untuk diinventarisasi.
Disparbud bahkan membuka ruang kolaborasi dengan warga yang memiliki informasi tentang sejarah, adat, maupun tradisi lokal.
“Semakin banyak kami turun ke lapangan, semakin banyak kekayaan budaya yang ditemukan,” ujarnya.


