Gerabah Tradisional Kei Terancam Punah, Disparbud Siapkan Program Regenerasi

Potret Gerabah Tradisional Kei Terancam Punah, Disparbud Siapkan Program Regenerasi. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Kerajinan gerabah tradisional di Kepulauan Kei mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara karena sebagian besar pengrajinnya sudah berusia lanjut.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffy, mengatakan pihaknya akan menyiapkan program inkubasi budaya untuk mendukung regenerasi pengrajin muda.

“Kalau pelaku budaya sudah di atas 60 tahun, kita siapkan apresiasi sebagai Masro budaya,” katanya di Langgur Rabu (27/5).

Pernyataan itu disampaikan Victor menanggapi aspirasi warga dalam dialog interaktif tentang pelestarian gerabah tradisional.

Menurutnya, kerajinan tembikar dan gerabah merupakan bagian penting dari kriya budaya Kei yang memiliki nilai ekonomi dan wisata.

Disparbud juga akan mempertemukan para pengrajin senior dengan generasi muda agar keterampilan tersebut tidak hilang.

“Kita ingin warisan leluhur tetap hidup dan diwariskan,” ujarnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR