Bahasa Kei Masuk Sekolah, Maluku Tenggara Bentengi Anak dari Dampak Negatif Era Digital

Potret Bahasa Kei Masuk Sekolah, Maluku Tenggara Bentengi Anak dari Dampak Negatif Era Digital. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal dengan mengintegrasikan Bahasa Kei dan nilai adat dalam sistem pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap masifnya perkembangan teknologi digital yang dikhawatirkan mengikis identitas budaya generasi muda.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Bin Raudha Arif Hanoeboen mengatakan penguatan karakter tidak cukup hanya melalui pendidikan akademik.

“Kita harus membangun anak-anak yang cerdas secara akademik, emosional, spiritual, tapi tetap berakar pada budaya Kei,” ujarnya di Langgur Senin (25/5/2026).

Pemkab kini sedang menyesuaikan kurikulum muatan lokal agar seragam dari jenjang TK hingga SMP.

Selain itu, program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga mulai diintegrasikan dengan nilai budaya lokal.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan bahkan menggelar lomba bertutur dan stand-up comedy menggunakan Bahasa Kei.

“Kami ingin anak-anak mencintai budayanya sendiri. Bahasa Kei harus tetap hidup,” katanya.

Langkah ini sekaligus menjadi benteng budaya di tengah arus digitalisasi dan modernisasi pendidikan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR