SMK Negeri 1 Maluku Tenggara Diserang Saat Hari Ujian, Kaca Pecah dan Ruang UKK Rusak

SMK Negeri 1 Maluku Tenggara Diserang Saat Hari Ujian, Kaca Pecah dan Ruang UKK Rusak. Foto/dok: Schrencut Facebook Paula Rahabav.

LANGGUR, HARIANMALUKU.com — SMK Negeri 1 Maluku Tenggara diduga menjadi sasaran aksi penyerangan oleh oknum tak bertanggung jawab pada Rabu (8/4/2026), tepat saat sekolah itu bersiap melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII.

Peristiwa itu diungkap langsung oleh Paula Rahabav melalui siaran langsung di akun Facebook pribadinya dari lokasi kejadian. Dalam video yang berdurasi 6 menit, 11 detik tersebut, ia memperlihatkan kondisi sekolah yang rusak akibat lemparan batu, mulai dari pintu gerbang yang rusak, kaca-kaca pecah, hingga ruang ujian yang berantakan.

“SMK Negeri 1 Maluku Tenggara diserang oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mereka mendobrak paksa pintu dengan menggunakan batu besar, kemudian melakukan pelemparan ke gedung sekolah,” ujar Paula dalam siaran langsungnya.

Menurut Paula, aksi perusakan itu sangat mengganggu proses pendidikan, apalagi sekolah sedang mempersiapkan pelaksanaan UKK yang merupakan agenda penting bagi siswa tingkat akhir.

Ruang Ujian Berubah Jadi Lokasi Perusakan

Paula memperlihatkan sejumlah ruangan yang sebelumnya telah disiapkan guru untuk pembukaan ujian pada pagi hari. Namun, saat diperiksa, ruangan tersebut justru dipenuhi pecahan kaca dan batu-batu besar yang diduga digunakan pelaku untuk melempar bangunan sekolah.

“Hari ini kami harus ujian, ujian akhir kelas dua belas. Tapi kondisi sekolah seperti ini. Ruangan yang sudah disiapkan malah penuh batu dan kaca berhamburan,” katanya.

Ia menyebut kondisi itu sebagai bentuk nyata dari ketidaknyamanan dan ancaman terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Sekolah Mengaku Sudah Sering Jadi Sasaran

Tak hanya kali ini, Paula mengaku sekolah tersebut sudah berulang kali mengalami pencurian dan pengrusakan, namun hingga kini belum ada penanganan serius yang membuat lingkungan sekolah benar-benar aman.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan, tapi tidak ada tindak lanjut. Sudah sering terjadi pengrusakan dan pencurian. Ini tidak bagus untuk lembaga pendidikan,” tegasnya.

Ia juga menyebut lokasi sekolah yang cukup jauh dari permukiman membuat SMK Negeri 1 Maluku Tenggara rawan menjadi sasaran aksi kriminal, terutama pada malam hingga dini hari.

Pelaku Diduga Lompat Pagar dan Ancam Penjaga Sekolah

Dalam keterangannya, Paula mengungkapkan bahwa pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan cara melompati pagar yang tinggi, lalu melakukan perusakan terhadap fasilitas pendidikan.

Tak hanya itu, ia juga menyebut penjaga sekolah sempat mendapat ancaman dari para pelaku.

“Pagar kami sudah tinggi, tapi mereka lompat masuk dan mengancam penjaga sekolah,” ungkapnya.

Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal yang serius.

Minta Kapolres Turun Tangan

Melalui siaran langsung itu, Paula secara terbuka meminta perhatian serius dari Kapolres Maluku Tenggara beserta jajarannya agar segera turun ke lokasi dan menindak para pelaku.

Ia berharap aparat kepolisian bisa meningkatkan patroli dan pengamanan di kawasan sekolah, agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

“Pak Kapolres tolong kami. Tolong turun ke lokasi sekolah. Tolong jaga keamanan lembaga pendidikan,” pintanya.

Sorotan Keras untuk Keamanan Fasilitas Pendidikan

Kasus penyerangan terhadap SMK Negeri 1 Maluku Tenggara ini memunculkan sorotan serius terhadap keamanan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.

Di saat sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan membangun masa depan generasi muda, justru muncul aksi brutal yang merusak aset negara dan mengganggu proses ujian siswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pelaku maupun langkah penanganan atas insiden tersebut.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR