Sanggar Al-Muzaffar Gelar Gema Budaya Islami Season II di Ambon, Dorong Anak Muda Cintai Seni Islam



HARIANMALUKU.COM, AMBON — Sanggar Al-Muzaffar kembali menggelar Gema Budaya Islami Season II yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal, serta penyerahan Golden Ticket dan penghargaan bagi peserta audisi Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Azhari, Ambon, Senin (20/4/2026).

Ketua Sanggar Al-Muzaffar, Dedy Bagong, mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen sanggar dalam melestarikan seni budaya Islam di tengah pengaruh modernisasi yang semakin kuat terhadap generasi muda.

Menurut Dedy, kemajuan teknologi dan kemudahan akses informasi membuat anak-anak muda di Kota Ambon semakin mudah terpapar budaya luar. Hal itu berdampak pada pergeseran pola hidup dan kebiasaan, termasuk menurunnya minat terhadap seni budaya Islami seperti kasidah dan marawis.

“Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat anak-anak muda dengan mudah terpengaruh budaya luar. Akibatnya, kesenian Islam seperti kasidah dan marawis mulai jarang diminati, bahkan hampir tidak terlihat lagi dimainkan oleh generasi muda,” kata Dedy.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pelestarian budaya Islam di Ambon. Karena itu, kegiatan Gema Budaya Islami dihadirkan sebagai ruang kreatif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka dalam seni budaya bernuansa Islami.

Dedy menjelaskan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, remaja hingga ibu-ibu Majelis Taklim. Selain sebagai ajang pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Islam. Semua kalangan bisa belajar, mengenal, sekaligus mengembangkan kecintaan terhadap warisan budaya yang bernilai Islami,” ujarnya.

Dedy menambahkan, Gema Budaya Islami Season II merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan tahun lalu. Jika pada Season I kegiatan lebih fokus pada pengenalan jenis-jenis seni budaya Islam, maka pada Season II lebih menekankan pada pelatihan, praktik, serta pengembangan kemampuan peserta.

Ia mengatakan antusiasme masyarakat terlihat dari penampilan seni yang dipersembahkan peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Hasilnya cukup nyata. Ini membuktikan seni budaya Islam masih memiliki tempat di hati masyarakat jika dikemas dengan baik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Sanggar Al-Muzaffar berharap generasi muda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam menjaga dan melestarikan identitas seni budaya Islam di tengah arus globalisasi.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR