Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT ini dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Imigrasi Tual, dan diikuti oleh para pejabat struktural, pegawai, CPNS, hingga tenaga magang dan PPNPN.
Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BRI menekankan pentingnya penerapan service excellence sebagai kunci utama dalam membangun citra positif institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keimigrasian.
“Pelayanan prima harus hadir di setiap titik interaksi dengan masyarakat. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi jangka panjang dalam meningkatkan loyalitas publik,” ungkap pemateri.
Peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip SMART Service, yakni Sigap, Mudah, Akurat, Ramah, dan Terampil, sebagai standar utama dalam memberikan pelayanan profesional.
Petugas layanan juga dituntut untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memastikan ketepatan layanan, serta menunjukkan empati dan keramahan dalam setiap proses pelayanan.
Selain itu, profesionalisme aparatur turut ditekankan melalui penguasaan sistem kerja, standar penampilan, hingga kerapihan lingkungan kerja yang dinilai mampu memberikan kesan positif bagi masyarakat.
Pelatihan juga menyoroti pentingnya evaluasi kepuasan masyarakat, inovasi layanan berkelanjutan, serta penerapan sistem apresiasi dan pengawasan guna menjaga kualitas pelayanan tetap optimal.
Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, Stanley Richard Tutuarima, dalam penutupnya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Imigrasi Tual.
“Pelayanan yang profesional dan humanis adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kami berharap seluruh pegawai dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam tugas sehari-hari,” ujarnya.


