Sejak pukul 08.00 WIT, peserta sudah memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan busana bernuansa adat dan budaya lokal. Mereka tampil dalam berbagai kategori lomba, mulai dari Tiktok Dance, menyanyi solo, menabuh tifa gong, hingga tiup seruling.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang didampingi Kepala Sekolah, orang tua dan sponsor. Siswa-siswi tingkat TK, SD, hingga SMP tampil percaya diri menunjukkan bakat terbaik mereka di hadapan panitia dan dewan juri.
Tidak hanya unjuk kemampuan seni, para peserta juga membawakan yel-yel penuh semangat yang menambah semarak suasana festival.
Ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi sekaligus promosi potensi daerah. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Kei ditampilkan melalui setiap penampilan peserta, menjadikan festival ini sebagai panggung budaya yang sarat makna.
Salah satu peserta, Elisabet Rettob dari SMP Budi Mulia Langgur, tampil membawakan tutur dalam Bahasa Kei. Penampilannya menjadi bagian dari kategori lomba tutur yang diikuti 20 peserta, sementara lomba menari diikuti sebanyak 102 peserta.
Adapun dewan juri untuk lomba tari terdiri dari Nikolaus Welafubun, Petronela Savsavubun, dan Aloisa Jamlean. Sementara lomba tutur dinilai oleh Karolina Savsavubun, Patrisius Renwarin, dan Antonius Ohoira.
Selain itu, lomba Tiktok Dance dan menyanyi solo masing-masing diikuti oleh delapan peserta yang turut memeriahkan festival.
Dengan tingginya partisipasi dan semangat para pelajar, Festival Hardiknas 2026 di Maluku Tenggara menjadi bukti nyata bahwa generasi muda daerah terus berkembang, kreatif, dan siap melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.


