Pemkab Malra Dorong Ekonomi UMKM Lewat Festival Kearifan Lokal Hardiknas 2026

Potret pembukaan Pameran dan Festival Hardiknas 2026 di Halaman Apel Kantor Dinas Pendidikan Maluku Tenggara. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal dalam Festival dan Pameran Hardiknas 2026 yang digelar di Lapangan Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 ini tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan pengembangan budaya dan ekonomi masyarakat Kepulauan Kei.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival ini, mulai dari tarian tradisional Kei, lomba TikTok Dance, menyanyi solo, menabuh tifa dan gong, meniup seruling, drama singkat, hingga pameran UMKM yang menampilkan produk khas daerah seperti kuliner lokal, peralatan rumah tangga, aksesoris, hingga camilan oleh-oleh khas Kepulauan Kei.

Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, diantaranya Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara, PT Hasjrat Abadi Tual, BPJS Kesehatan Maluku Tenggara, PT. Telkomsel Cabang Langgur, Diler Yamaha Tual dan Diler Honda Langgur, serta perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, Bank Maluku, Bank Artha Graha, bersama pelaku UMKM dari 11 Kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Tema Lokal: “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu”

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara Bin Raudha Arif Hanoeboen dalam laporannya menyampaikan bahwa Hardiknas kali ini mengusung tema lokal “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Ibu Pertiwi.”

Tema tersebut, katanya, lahir dari refleksi terhadap kondisi daerah dan kekayaan budaya lokal yang diharapkan dapat menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik di Maluku Tenggara.

“Kegiatan ini bukan hanya festival, tetapi ruang pembelajaran yang mengangkat potensi budaya sebagai bagian dari pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian Hardiknas telah diawali dengan jalan santai yang melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan sekaligus kampanye perdamaian di daerah.

Berbagai lomba turut digelar, mulai dari stand up comedy berbahasa Kei, senam Anak Indonesia Hebat, hingga berbagai kegiatan seni dan budaya yang melibatkan siswa TK, SD, hingga SMP.

“Anak-anak kita memiliki bakat luar biasa. Melalui kegiatan ini, kita sediakan ruang untuk menampilkan dan mengembangkan potensi mereka,” tambahnya.

Wabup: Bangga Jadi Orang Kei, Bangga Produk Lokal

Pembukaan simbolis Festival dan Pameran Hardiknas 2026 dilakukan oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam yang mewakili Bupati Muhammad Thaher Hanubun, ditandai dengan pemukulan gong bersama jajaran pejabat daerah.

Wabup menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM.

“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen agar pendidikan di Maluku Tenggara tetap berakar pada budaya Kei,” tegasnya.

Charlos juga mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah.

“Kalau bangga jadi orang Kei, maka gunakan produk Kei. ASN, guru, dan masyarakat diharapkan lebih mencintai produk lokal,” ujarnya.

Sinergi Pendidikan, Budaya, dan Ekonomi

Festival Hardiknas 2026 di Maluku Tenggara menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat luas. Pameran yang melibatkan stan per Kecamatan juga menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 2 Mei 2026 dan akan ditutup dengan puncak acara yang mengangkat tema parenting serta diskusi publik terkait transformasi pendidikan di wilayah kepulauan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap sinergi lintas sektor semakin kuat, sehingga pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing berbasis budaya lokal.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR