Fokus utama diarahkan pada pembangunan Sekolah Rakyat 2026, pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), serta pemberdayaan masyarakat berbasis data.
Hal tersebut disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (9/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Agus Jabo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Maluku Tenggara telah masuk Tahap III tahun 2026.
Ia menyebut kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi menjadi kunci percepatan realisasi program tersebut, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Program Sekolah Rakyat ini menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 dan 2 dalam DTSEN. Karena itu, integrasi data menjadi sangat penting agar setiap intervensi sosial benar-benar tepat sasaran,” tegas Agus Jabo.
Menurutnya, pembaruan dan validasi DTSEN harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak di lapangan.
Dengan data yang akurat, program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata.
Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam menghadirkan kebijakan sosial yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap, melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dapat dipercepat di berbagai wilayah, termasuk Maluku Tenggara dan Pemalang.


