Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Jokbet Ketjie Koedoeboen, dalam rapat koordinasi persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (16/4/2026).
Jokbet mengungkapkan, sebanyak 217 calon pasien operasi katarak telah melalui proses skrining di 21 puskesmas yang tersebar di wilayah Maluku Tenggara.
“Peserta operasi katarak ini sudah melalui skrining dan dinyatakan siap untuk tindakan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga tengah menyiapkan kebutuhan donor darah. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mengirimkan tiga calon pendonor, namun hingga kini baru empat OPD yang merespons dengan total 22 orang.
“Perlu kami sampaikan bahwa tidak semua calon pendonor yang mendaftar bisa langsung mendonor karena harus melalui skrining kesehatan terlebih dahulu,” katanya.
Koedoeboen juga mengungkapkan bahwa stok darah di Unit Transfusi Darah RSUD Karel Sadsuitubun saat ini terbatas, yakni hanya sekitar 40 kantong untuk seluruh golongan darah.
Disisi lain, Dinkes mencatat terdapat sekitar 140 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) di Maluku Tenggara yang datanya akan diverifikasi bersama pihak terkait.
Untuk penyakit menular, jumlah penderita kusta tercatat sebanyak 311 orang yang tersebar di 21 puskesmas dengan berbagai kategori kasus, baik baru maupun lama.
Sementara itu, kasus HIV/AIDS sejak 2020 hingga 2026 mencapai 246 orang di 11 kecamatan. Namun, Koedoeboen menegaskan bahwa data rinci penderita tidak dapat dibuka secara bebas karena menyangkut kerahasiaan layanan kesehatan.
“Data HIV/AIDS bersifat sensitif, sehingga kami sangat berhati-hati dalam penyampaiannya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga mencatat jumlah lanjut usia (lansia) di Maluku Tenggara mencapai 11.127 orang, dengan 9.987 di antaranya telah menjalani skrining kesehatan sesuai standar.
Koedoeboen menegaskan, seluruh data tersebut telah disiapkan sebagai bagian dari tanggung jawab Dinas Kesehatan dalam mendukung suksesnya agenda kunjungan Menteri Sosial di daerah tersebut.


