Bupati Malra Temui Dirjen Hubla, Tiga Pelabuhan Strategis Kei Didorong ke Pusat

Potret Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat audiensi bersama Dirjen Hubla Muhamad Masyhud, S.T., M.T,. Foto/dok: istimewa.
JAKARTA, HARIANMALUKU.com — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun bergerak cepat memperjuangkan pembangunan konektivitas laut di wilayah kepulauan Kei dengan menyerahkan langsung proposal pembangunan dan pengembangan tiga pelabuhan strategis kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhamad Masyhud, S.T., M.T, dalam audiensi di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Tak sekadar agenda formal pemerintahan, audiensi tersebut juga menyimpan nuansa emosional karena mempertemukan kembali hubungan guru dan murid dari lingkungan SMA 3 Setiabudi Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Bupati Hanubun membawa misi besar mendorong percepatan pembangunan sektor perhubungan laut di Kabupaten Maluku Tenggara melalui pengusulan paket kegiatan infrastruktur prioritas tahun 2027, khususnya untuk Pelabuhan Banda Ely, Pelabuhan Elat, dan Pelabuhan Uf-Mûr Danar.

Pelabuhan Jadi Kunci Hidup Wilayah Kepulauan

Dihadapan Dirjen Perhubungan Laut, Bupati menegaskan bahwa Maluku Tenggara adalah daerah kepulauan yang secara geografis terdiri dari Gugusan Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar, sehingga transportasi laut menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menurutnya, bagi wilayah seperti Maluku Tenggara, pelabuhan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi penentu akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemerataan pembangunan antar pulau.

Saat ini, Kabupaten Maluku Tenggara memiliki Pelabuhan Pengumpan Regional di Elat, Kei Besar, serta Pelabuhan Rakyat milik Pemerintah Daerah di Watdek, Langgur, ditambah sejumlah tambatan perahu antar desa yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Transportasi Pedesaan.

Namun, kondisi itu dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah kepulauan yang terus berkembang.

Banda Ely Diusulkan Jadi Prioritas

Salah satu usulan utama yang dibawa Bupati adalah penyusunan dokumen awal untuk pembangunan Pelabuhan Banda Ely, meliputi Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Survey Investigasi Design (SID), DLKR, DLKP, hingga dokumen lingkungan.

Bupati menjelaskan, Banda Ely merupakan salah satu titik penting di Kei Besar yang sudah memiliki posisi strategis dalam konektivitas laut. Wilayah ini juga tercatat sebagai salah satu area kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tual.

Tak hanya itu, pada tahun 2022 lalu, pihak UPP Kelas II Tual telah melakukan studi kelayakan (FS) dan menyimpulkan bahwa salah satu lokasi di Banda Ely memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut.

Pembangunan pelabuhan di Banda Ely dinilai mendesak karena kawasan tersebut saat ini sudah menjadi tempat singgah kapal penyeberangan ASDP maupun kapal perintis rute R-71 dan R-79.

Dengan jarak sekitar 98 kilometer atau 60,89 mil laut dari Ibu Kota Kabupaten, akses masyarakat di wilayah Banda dan sekitarnya masih sangat bergantung pada transportasi laut dengan biaya perjalanan yang dinilai cukup membebani.

Bahkan, biaya transportasi per orang disebut dapat mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, kondisi yang dinilai sangat memukul mobilitas warga dan distribusi kebutuhan dasar.

Pelabuhan Elat Butuh Pengembangan

Selain Banda Ely, Pemkab Maluku Tenggara juga mendorong pengembangan Pelabuhan Elat, yang saat ini berstatus sebagai Pelabuhan Pengumpan Regional dan menjadi salah satu pelabuhan eksisting terpenting di Kei Besar.

Usulan yang diajukan meliputi penyusunan Dokumen DLKR, DLKP, dokumen lingkungan, serta Detail Engineering Design (DED) sebagai langkah lanjutan pengembangan pelabuhan tersebut.

Bupati mengungkapkan, pada tahun 2025, Kementerian Perhubungan melalui UPP Kelas II Tual telah menyusun Dokumen Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Elat.

Namun secara fisik, kondisi Pelabuhan Elat saat ini masih sangat terbatas, dengan ukuran dermaga sekitar 70 meter x 8 meter, sehingga dinilai belum mampu menjawab kebutuhan pelayanan transportasi laut secara optimal.

Karena itu, pengembangan Pelabuhan Elat dipandang penting agar dapat berfungsi lebih maksimal sebagai simpul transportasi dan distribusi ekonomi masyarakat Kei Besar.

Pelabuhan Uf-Maar Danar Disiapkan Jadi Pintu Masuk Pariwisata dan Logistik

Tak hanya fokus di Kei Besar, Pemkab Maluku Tenggara juga mulai memproyeksikan pengembangan wilayah Kei Kecil melalui usulan Feasibility Study (FS) Pelabuhan Uf-Mûr Danar.

Pelabuhan ini dirancang sebagai pintu masuk baru bagi pengembangan kawasan Kei Kecil Timur Selatan dan Kei Kecil Barat, yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di sektor pariwisata bahari, perikanan budidaya seperti rumput laut, serta pertanian tanaman pangan.

Menurut Bupati, jika akses pelabuhan dibangun secara serius, maka kawasan tersebut berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Maluku Tenggara.

Bahkan, Pelabuhan Uf-Maar Danar diproyeksikan tidak hanya sebagai pelabuhan penumpang atau pelabuhan lokal, tetapi juga diarahkan untuk berkembang menjadi pelabuhan kontainer di masa depan.

Dengan demikian, hasil unggulan masyarakat dari sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata dapat memiliki jalur distribusi yang lebih efisien dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Bupati Ingin Pulau-pulau Kei Tak Lagi Tertinggal Akses

Langkah Bupati Hanubun membawa proposal langsung ke Ditjen Perhubungan Laut dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam memperjuangkan pembangunan yang lebih adil bagi daerah kepulauan.

Ditengah keterbatasan akses dan tingginya biaya transportasi laut, pembangunan pelabuhan menjadi harapan besar agar masyarakat di pulau-pulau Kei tidak terus tertinggal dari sisi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Audiensi yang berlangsung akrab itu pun menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Maluku Tenggara tidak ingin hanya menunggu, tetapi aktif menjemput peluang dukungan pusat demi masa depan konektivitas laut yang lebih baik.

Jika usulan ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat, maka Banda Ely, Elat, dan Uf-Maar Danar berpotensi menjadi tiga simpul penting yang akan mengubah wajah transportasi laut dan perekonomian Maluku Tenggara dalam beberapa tahun ke depan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR