RDP yang dipimpin unsur pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara itu menegaskan pentingnya keberpihakan anggaran bagi tenaga medis yang mengabdi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Anggota Komisi II DPRD Malra, Yosua Renmaur, secara tegas mendesak agar pemerintah daerah segera mengalokasikan tambahan insentif khusus bagi Nakes di wilayah utara Pulau Kei Besar.
Menurutnya, tantangan geografis, mahalnya biaya hidup, hingga sulitnya akses transportasi membuat beban kerja mereka jauh lebih berat dibandingkan rekan-rekan di wilayah perkotaan.
“Nakes di Utara Timur dan Utara Barat adalah garda terdepan. Kita tidak bisa menuntut pelayanan maksimal jika kesejahteraan mereka tidak menjadi prioritas. Insentif ini bukan sekadar angka, tapi pengakuan atas pengabdian mereka di medan yang sulit,” tegas Renmaur.
Tantangan Nyata di Lapangan
Wilayah Kei Besar Utara Timur dan Utara Barat dikenal memiliki kondisi geografis yang menantang. Akses transportasi laut yang terbatas, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan fasilitas penunjang membuat pelayanan kesehatan sering kali berjalan dalam kondisi serba terbatas.
Tak hanya soal insentif finansial, Komisi II juga meminta perhatian serius terhadap perbaikan rumah dinas tenaga kesehatan yang dinilai kurang layak, ketersediaan obat-obatan dan alat medis di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu dan Strategi retensi tenaga medis, agar tidak terjadi kekosongan petugas di desa-desa terpencil.


