Hal itu disampaikan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam saat membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Kei Kecil 2026 di Balai Desa Langgur, Senin (2/3/2026).
“Lebih dari setengahnya hilang. Kita kekurangan uang, tetapi tidak boleh kekurangan semangat,” tegasnya.
Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkab Malra mengalokasikan Dana Ohoi dari APBD Rp38,2 miliar, bagi hasil pajak dan retribusi Rp2,8 miliar, serta BPJS Perangkat Ohoi Rp1,2 miliar. Total dana ke ohoi tahun ini sekitar Rp94,3 miliar.
Ditengah keterbatasan, Kei Kecil ditegaskan tetap menjadi jantung ekonomi daerah—pusat perdagangan, pengolahan rumput laut, perikanan, dan UMKM. Namun, ia meminta setiap ohoi berani menentukan prioritas.
“Dari sepuluh usulan, pilih tiga yang paling mendesak dan berdampak luas. Jangan habiskan anggaran untuk seremonial,” ujarnya.
Rahantoknam juga mendorong Ohoi membangun sumber pendapatan mandiri, memperkuat UMKM, serta memanfaatkan potensi wisata dan kreativitas pemuda.
“Dana dipotong, tetapi semangat jangan ikut terpotong,” tutupnya.


