Setengah DD Malra Dipangkas, Musrenbang RKPD 2027 Prioritaskan Tiga Kebutuhan Mendesak di Kei Kecil

Suasana pembukaan Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Kei Kecil. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Dana Desa 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara dipangkas drastis hingga 58 persen. Dari semula Rp121,6 Miliar untuk 190 Ohoi, kini tersisa Rp52,1 Miliar setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam saat membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Kei Kecil 2026 di Balai Desa Langgur, Senin (2/3/2026).

“Lebih dari setengahnya hilang. Kita kekurangan uang, tetapi tidak boleh kekurangan semangat,” tegasnya.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkab Malra mengalokasikan Dana Ohoi dari APBD Rp38,2 miliar, bagi hasil pajak dan retribusi Rp2,8 miliar, serta BPJS Perangkat Ohoi Rp1,2 miliar. Total dana ke ohoi tahun ini sekitar Rp94,3 miliar.

Ditengah keterbatasan, Kei Kecil ditegaskan tetap menjadi jantung ekonomi daerah—pusat perdagangan, pengolahan rumput laut, perikanan, dan UMKM. Namun, ia meminta setiap ohoi berani menentukan prioritas.

“Dari sepuluh usulan, pilih tiga yang paling mendesak dan berdampak luas. Jangan habiskan anggaran untuk seremonial,” ujarnya.

Rahantoknam juga mendorong Ohoi membangun sumber pendapatan mandiri, memperkuat UMKM, serta memanfaatkan potensi wisata dan kreativitas pemuda.

“Dana dipotong, tetapi semangat jangan ikut terpotong,” tutupnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR