Prosesi berlangsung khidmat, menjadi penghormatan terakhir atas pengabdian panjang sang prajurit kepada bangsa dan negara. Upacara militer tersebut dipimpin langsung Danramil 1503-01/Tual, Kapten Inf Musa Renyaan, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dengan barisan pasukan berseragam lengkap, prosesi berjalan tertib dan penuh penghormatan, mencerminkan tradisi militer yang sarat makna dan penghargaan.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun dan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Stepanus Layanan.
Hadir pula keluarga besar Kodim 1503/Tual bersama jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1503/Tual. Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas dan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Dalam amanat Dandim 1503/Tual, Letkol Inf Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., yang dibacakan Inspektur Upacara, disebutkan bahwa Serka Mohtar Ohoirat dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi, loyal, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Almarhum meninggal dunia karena sakit, meninggalkan duka yang tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga rekan sejawat dan masyarakat sekitar.
Momen paling mengharukan terjadi saat bendera Merah Putih yang menyelimuti peti jenazah dilipat rapi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan bendera itu menjadi simbol penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum sebagai prajurit TNI AD di jajaran Kodim 1503/Tual.
Dibawah langit Elar Ngursoin yang teduh, isak tangis keluarga bercampur doa mengiringi prosesi pemakaman. Meski suasana diliputi duka, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh penghormatan.
Kepergian Serka Mohtar Ohoirat bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi dan masyarakat Maluku Tenggara yang mengenalnya sebagai sosok prajurit sederhana, setia, dan penuh tanggung jawab.


