Bupati Thaher Hanubun: Pertanian dan Pariwisata Harus Jadi Prioritas

Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun. Foto/dok: Halid.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menghadapi tantangan fiskal berat pada tahun 2026. Dana Desa untuk 190 ohoi yang sebelumnya ditetapkan Rp121,6 miliar pada Oktober 2025, dipangkas menjadi Rp52,1 miliar atau turun 58 persen setelah terbitnya PMK Nomor 7 Tahun 2026.

Ditengah situasi tersebut, Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh melemahkan semangat pembangunan. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kei Kecil Timur, Kei Kecil Timur Selatan, dan Manyeuw Tahun 2026.

“Kalau anggaran datangnya berkurang, ide dan kerja jangan ikut berkurangan,” tegas Bupati.

Tiga Kecamatan, Satu Ekosistem

Bupati menjelaskan bahwa Kei Kecil Timur (KKT) dan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS) merupakan lumbung pangan daerah dengan komoditas unggulan seperti jagung, ubi kayu, dan kelapa. Sementara Kecamatan Manyeuw menjadi gerbang pariwisata, dengan ikon utama Pantai Ngurbloat yang dikenal memiliki pasir putih terhalus.

Selain Ngurbloat, terdapat pula potensi wisata lain seperti Ngur Sarnadan, Pantai Debut, hingga kawasan Ohoilir dan Ngirwarat yang dapat dikembangkan menjadi destinasi baru.
Menurutnya, ketiga kecamatan ini merupakan satu ekosistem ekonomi. Sektor pariwisata membutuhkan pasokan pangan lokal, sementara pertanian memperoleh nilai tambah dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

Data menunjukkan lonjakan kunjungan wisatawan ke Maluku Tenggara dari 18.264 orang pada 2020 menjadi 129.300 wisatawan pada 2024. Bahkan, Desa Wisata Ohoi Ngilngof pernah meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Total Anggaran Ohoi Rp94,3 Miliar

Meski Dana Desa dipangkas, pemerintah daerah berupaya menambah dukungan melalui Alokasi Dana Ohoi dari APBD sebesar Rp38,2 miliar, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Rp2,8 miliar, serta BPJS perangkat ohoi Rp1,2 miliar. Total anggaran yang mengalir ke 192 ohoi pada 2026 mencapai sekitar Rp94,3 miliar.

Namun Bupati mengingatkan, jumlah tersebut tetap jauh dari cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan desa. Karena itu, ia meminta agar Musrenbang benar-benar fokus pada tiga hingga lima program paling mendesak, seperti jalan usaha tani, lumbung pertanian, gudang penyimpanan hasil panen, serta infrastruktur pendukung wisata berupa toilet bersih, dermaga kecil, dan papan penunjuk arah.

Hidupkan Ve’e Kesyang

Bupati juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali program Ve’e Kesyang (Kebun Bekal) di setiap ohoi sebagai fondasi ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal.

Selain itu, ohoi didorong membangun sumber pendapatan mandiri melalui pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah yang dikelola melalui BUMO dan koperasi. Produk seperti keripik ubi, tepung jagung, dan kuliner khas Kei dinilai berpotensi menjadi oleh-oleh unggulan wisata. “Musrenbang yang bermakna bukan yang panjang daftarnya, tetapi yang tajam prioritasnya,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa meski dana dipotong, potensi alam dan semangat masyarakat tetap menjadi kekuatan utama. “Selama tanah masih memberi dan kita kompak dalam kebersamaan, Maluku Tenggara Hebat bukan sekadar ucapan,” pungkasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR