Disaat laut tak bersahabat, Bupati bersama rombongan tetap menyeberang dari Pelabuhan Elat menuju Mun Kahar. Kehadiran orang nomor satu di Maluku Tenggara itu menjadi perhatian warga, karena dilakukan di tengah kondisi perairan yang cukup menantang.
Bupati Thaher Hanubun hadir didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid. Setibanya di lokasi, rombongan disambut penuh kehangatan oleh masyarakat melalui pengalungan syal adat dan tarian penyambutan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima Masjid Hidayatusholihin secara simbolis oleh Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun bersama Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun kepada masyarakat Ohoi Mun Kahar.
Suasana acara berlangsung khidmat sejak awal setelah lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan Fahmi Sadat Namsa. Momen itu menjadi penanda syukur atas hadirnya rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat pembinaan umat di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Jayapura Jhon Betaubun, Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Stefanus Laiyanan, Kapolsek Kei Besar Umar Kei, para tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Thaher menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan umat, serta mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.
Ia mengatakan, nama Hidayatusholihin bermakna petunjuk bagi orang-orang saleh. Karena itu, keberadaan masjid tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang kuat secara spiritual, berakhlak, dan mencintai kebersamaan.
Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan dan penyerahan masjid itu selaras dengan nilai hidup masyarakat Kei, yaitu Ain Ni Ain, yang menempatkan persaudaraan dan persatuan sebagai kekuatan utama.
Menurutnya, kontribusi Komarudin Watubun dan Benhur G. Watubun dalam pembangunan masjid merupakan bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Komarudin Watubun dan Bapak Benhur G. Watubun atas kontribusi luar biasa ini,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga bangunan masjid, tetapi juga memakmurkannya lewat salat berjamaah, pengajian, dan pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak serta generasi muda.
Serah terima Masjid Hidayatusholihin di Mun Kahar akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Di balik derasnya musim barat dan tingginya ombak, tersimpan pesan kuat bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyat adalah bentuk keberpihakan yang nyata, bukan sekadar kata-kata.


