Bupati Thaher: Langgur Harus Aman, Nyaman, dan Jadi Wajah Kebanggaan Maluku Tenggara

Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa Kota Langgur harus menjadi wilayah yang aman, nyaman, indah, dan layak menjadi ikon kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara.

Penegasan itu disampaikan menyusul mulai kondusifnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Langgur jelang hingga usai Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Keamanan adalah fondasi utama kita membangun Maluku Tenggara. Kalau daerah aman, maka pembangunan, ekonomi, dan investasi juga bisa tumbuh,” kata Thaher saat berbincang bersama wartawan di sela-sela acara open house di kediaman pribadinya di Desa Danar, Minggu (22/3/2026).

Dalam setahun terakhir, Kota Langgur sempat diwarnai bentrok antar kompleks yang mengganggu stabilitas sosial. Namun, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terus berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Menurut Thaher, kondisi yang mulai kondusif tersebut patut disyukuri dan harus dijaga bersama. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Maluku Tenggara, khususnya warga yang merayakan di Kota Langgur.

“Semoga hari yang fitri ini membawa kedamaian dan memperkuat silaturahmi antar orang basudara di Bumi Larvul Ngabal, Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai,” ujarnya.

Thaher menekankan, Kota Langgur bukan sekadar ibu kota kabupaten, melainkan pintu masuk dan wajah terdepan Maluku Tenggara. Karena itu, keindahan, kenyamanan, dan keamanan kota tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga.

“Ketika orang luar, baik pengunjung maupun wisatawan, tiba di Maluku Tenggara, tempat pertama yang mereka lihat adalah Kota Langgur. Mereka tidak langsung ke Danar, tidak langsung ke Kota Tual, dan tidak langsung ke Kei Besar. Wajah pertama yang terlihat adalah Langgur,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk warga dari ohoi yang datang dan beraktivitas di Kota Langgur, agar memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang sama untuk menjaga kota tersebut.

Menurut dia, penyelesaian konflik di Langgur selama ini juga tidak lepas dari peran tokoh adat, para rat, orang kaya, dan soa yang aktif mendorong penyelesaian masalah berbasis kearifan lokal.

Pendekatan adat dan budaya Kei dinilai tetap relevan sebagai jalan damai dalam meredam berbagai gesekan sosial di tengah masyarakat.

Bupati Thaher berharap situasi aman yang mulai terbangun ini menjadi titik awal kebangkitan Kota Langgur sebagai kota yang tertib, damai, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Maluku Tenggara.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR