Dalam tangkapan layar yang beredar, akun itu menggunakan nama Andi Agusalim dengan foto profil yang menyerupai Letkol Inf Andi Agussalim. Akun tersebut terlihat aktif menghubungi pengguna lain melalui pesan pribadi.
Menanggapi hal itu, Letkol Inf Andi Agussalim menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya. Ia meminta masyarakat agar tidak membalas chat, tidak menanggapi pesan, dan tidak melayani komunikasi dalam bentuk apa pun dari akun palsu tersebut.
“Jangan ditanggapi. Itu akun palsu yang mengatasnamakan saya,” tegasnya.
Peringatan itu disampaikan untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan identitas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Modus pencatutan nama pejabat melalui media sosial kerap digunakan untuk membangun komunikasi awal dengan calon korban sebelum menjalankan tujuan tertentu.
Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti terhadap akun yang memakai nama dan foto pejabat, tetapi tidak memiliki identitas resmi yang jelas. Jika menerima pesan mencurigakan, warga diimbau untuk segera mengabaikan, tidak membalas, serta melaporkannya kepada pihak terkait.
Kemunculan akun palsu yang mencatut nama Dandim 1503/Tual ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada di ruang digital. Jangan sampai kepercayaan publik dimanfaatkan oknum tertentu untuk menjalankan modus penipuan berkedok identitas pejabat.


