Raudha: Akademik Saja Tidak Cukup, Pendidikan Kei Harus Kembali ke Adat dan Agama

Segenap pimpinan dan pengurus GEPKEI. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menegaskan pendidikan di Tanah Kei tidak boleh berhenti pada kecerdasan akademik semata. Penguatan karakter berbasis adat dan agama dinilai menjadi solusi menghadapi krisis moral generasi muda di era digital.

“Kalau bicara akademik, kurikulum kita sudah sangat lengkap. Metode pembelajaran sudah sempurna. Tapi bagaimana dengan karakter, akhlak, moral, dan etika anak-anak kita?” ujar Bin Raudha dalam Diskusi Publik Deklarasi Perempuan Kei yang digelar Gerakan Edukasi Perempuan Kei (GEPKei), Sabtu (14/2/2026).

Hanoeboen menyoroti derasnya arus digitalisasi yang sulit dibendung. Anak-anak, kata dia, setiap hari terpapar konten yang belum tentu sesuai usia.
“Kita tidak bisa menolak era digital. Tapi pendekatan yang paling tepat untuk penguatan karakter adalah agama dan adat,” tegasnya.

Raudha secara terbuka menyatakan akan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Kei, termasuk hukum adat Larvul Ngabal, ke dalam kurikulum pendidikan di Maluku Tenggara.
Menurutnya, nilai-nilai adat yang mulai ditinggalkan generasi muda harus dihidupkan kembali melalui sistem pendidikan formal.

“Jangan sampai pasal-pasal adat saja tidak lagi dikenal, apalagi dimaknai. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa pendekatan adat dan agama terbukti efektif menjaga stabilitas sosial masyarakat Kei, termasuk saat Maluku pernah dilanda konflik kemanusiaan di masa lalu.

“Daerah kita termasuk yang paling cepat pulih. Pendekatannya apa? Adat dan agama. Itu kekuatan kita,” ujarnya.

Dinas Pendidikan, lanjut Raudha, akan segera mengundang dewan pendidikan, tokoh adat, organisasi pemuda, dan kelompok Cipayung Plus untuk merumuskan formula integrasi kurikulum berbasis kearifan lokal.

“Kita harus desain ulang penguatan karakter anak-anak Kei. Tanpa itu, kita akan kehilangan arah,” tegasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR