Di tengah situasi pascabentrok antar warga di Kota Tual, Kapolda Maluku itu mengeluarkan imbauan tegas hentikan konflik, jaga kedamaian, dan jangan nodai nama baik kota.
“Keamanan dan kedamaian adalah hal paling utama untuk kita bisa membangun wilayah kita, terutama Tual,” tegas Irjen Dadang kepada wartawan usai membesuk Kapolres Tual.
Hartanto menekankan, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan secara arif dan bermartabat.
Bagi Kapolda, konflik antarwarga hanya akan memperkeruh suasana dan merugikan semua pihak, terlebih jika yang berselisih adalah sesama saudara dan tetangga.
“Ada permasalahan di lingkungan kita, mari kita selesaikan secara baik. Itu budaya kita. Kita harus sabar,” ujarnya.
Kapolda juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda. Ia meminta para orang tua turut membimbing anak-anaknya agar tidak mudah terpancing emosi.
“Anak-anak muda harus menahan diri. Kita masih muda, energik, tetapi jangan sampai mengotori wilayah kita sendiri,” katanya.
Dadang mengingatkan, di era keterbukaan informasi, setiap bentrok akan cepat menyebar dan membentuk opini publik. Dampaknya bukan hanya pada rasa aman, tetapi juga pada citra daerah dan sektor pariwisata.
“Tual itu kota yang sangat indah, alamnya sangat indah. Orang akan senang datang ke sini. Tapi kalau kita membuat sesuatu yang mengganggu, mereka akan enggan datang. Ini bisa berimbas ke Maluku secara keseluruhan,” ujarnya.
Menurut dia, menjaga keamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Tanpa stabilitas, pembangunan dan investasi akan terhambat.


