Pernyataan tegas itu disampaikan dalam evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (12/2/2026).
“Kalau ada Kepala Puskesmas lalai mengisi data yang diminta Ombudsman, langsung ganti saja. Ini bukan main-main,” kata Thaher.
Meski demikian, tren penurunan stunting di Maluku Tenggara dinilai cukup positif. Angka stunting tercatat turun menjadi 12,43 persen dari sebelumnya 15,68 persen pada 2024, mendekati target nasional sebesar 12,07 persen.
Bupati menilai persoalan utama bukan pada program intervensi, melainkan pada akurasi data dan koordinasi antarinstansi yang belum maksimal.
Ia meminta Dinas Kesehatan memperkuat integrasi data serta memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan optimal di seluruh wilayah, terutama daerah kepulauan.
Penurunan stunting menjadi bagian dari agenda besar peningkatan kualitas sumber daya manusia yang juga berkaitan langsung dengan upaya pengentasan kemiskinan.


