Menurut Wabup, AMGPM tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan gerejawi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Ia menekankan panggilan iman AMGPM sebagai “garam dan terang dunia” yang memberi arah dan pencerahan.
Konferda VII AMGPM Kei Besar dinilainya sebagai forum strategis untuk evaluasi dan perencanaan organisasi. Salah satu agenda penting adalah penilaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Daerah sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.
Selain itu, Konferda juga membahas laporan perkembangan cabang serta penetapan program kerja dan anggaran awal kepengurusan baru. Perencanaan tersebut diminta disusun secara visioner dan kontekstual sesuai kebutuhan angkatan muda di Kei Besar.
Konferda VII AMGPM Kei Besar juga akan memilih pengurus daerah yang baru. Wakil Bupati berharap proses berjalan demokratis dan bermartabat serta melahirkan kepemimpinan yang berintegritas dan melayani.


