Dalam sambutannya, Charlos menegaskan bahwa AMGPM dipanggil menjadi “garam dan terang dunia” yang menghadirkan nilai, arah, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Wakil Bupati, Konferda merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi organisasi. Forum ini tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban pengurus, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kolektif bagi keberlanjutan pelayanan AMGPM.
Rahantoknam menilai, laporan perkembangan cabang AMGPM menjadi cermin kondisi riil pelayanan angkatan muda di basis jemaat. Dari sana, organisasi diharapkan mampu merumuskan program yang menjawab tantangan dan kebutuhan generasi muda Kei Besar secara nyata.
Konferda VII AMGPM Kei Besar juga menjadi ajang pemilihan pengurus daerah yang baru. Wakil Bupati berharap kepemimpinan yang terpilih mampu melayani dengan integritas dan menjadi teladan bagi angkatan muda.
“Pemerintah daerah berharap AMGPM terus hadir dalam penguatan karakter, nilai kebangsaan, dan persatuan di Maluku Tenggara,” ujarnya.


