Perang Terhadap Miras di Maluku Tenggara Dapat Restu Kapolda, Enam Kepala Ohoi Digganjar Penghargaan

Enam Kepala Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara terima penghargaan dari Kapolda Maluku. Foto/dok: Humas Polda Maluku.
AMBON, HARIANMALUKU.com — Komitmen melawan minuman keras (miras) di akar rumput tak lagi sekadar wacana. Enam Kepala Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara diganjar penghargaan langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, atas dedikasi dan peran aktif mereka dalam menutup ruang peredaran miras yang selama ini menjadi biang kriminalitas dan gangguan kamtibmas.

Penghargaan itu diberikan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasi Pekat Salawaku 2026 yang digelar di Lapangan Upacara Polda Maluku, Rabu (29/1/2026) pukul 09.15 WIT. Upacara tersebut dipimpin langsung Kapolda Maluku sebagai penegasan bahwa perang terhadap penyakit masyarakat bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama hingga tingkat desa.

Kapolda Maluku menilai, langkah para Kepala Ohoi di Maluku Tenggara patut menjadi contoh karena berani mengambil sikap tegas mencegah peredaran dan konsumsi miras di wilayahnya masing-masing.

Turut hadir dalam upacara tersebut Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat, S.I.K., serta Majelis Latupati Kota Ambon.

Enam Kepala Ohoi asal Kabupaten Maluku Tenggara yang menerima penghargaan yakni Benediktus Farneubun, S.Sos (Kepala Ohoi Waur, Kecamatan Kei Besar), Abdul Rahman Hanubun (Kepala Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan), Semuel Bastian Elisa Masbaitubun (Kepala Ohoi Warbal, Kecamatan Kei Kecil Barat), Josep Renyaan, S.Sos (Kepala Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil), Basri Kelanit, S.Pd (Penjabat Kepala Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil), serta Paulinus Andreas Ongirwalu, S.Sos (Penjabat Kepala Ohoi Letman, Kecamatan Kei Kecil).

Selain enam Kepala Ohoi tersebut, Raja Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Suilani Kelian, juga menerima penghargaan atas peran serupa dalam menjaga wilayahnya dari ancaman miras.

Langkah konkret para Kepala Ohoi ini dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban, perlindungan generasi muda dari bahaya miras, hingga penurunan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang kerap dipicu konsumsi alkohol. Dampak lainnya adalah membaiknya kualitas kehidupan sosial serta meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Upacara berakhir pukul 10.15 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali, sekaligus menandai sinyal kuat bahwa pemberantasan miras di Maluku tidak lagi setengah hati, tetapi digerakkan dari desa hingga institusi tertinggi kepolisian.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR