Lonjakan Penumpang ke Timika, Pemerintah Operasikan Empat Kapal Perintis Januari 2026

Lonjakan Penumpang ke Timika, Pemerintah Operasikan Empat Kapal Perintis Januari 2026. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Pemerintah mengoperasikan empat kapal perintis untuk memitigasi lonjakan penumpang menuju Timika, Papua, sepanjang Januari 2026. Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pascalibur akhir tahun.

Berdasarkan jadwal resmi yang diterima, kapal-kapal yang dikerahkan meliputi KM Tatamailau (Pelni), Sabuk Nusantara 44, Sabuk Nusantara 77, dan Sabuk Nusantara 32. Keempatnya akan melayani rute strategis yang menghubungkan Ambon, Tual, Dobo, Saumlaki, hingga Timika mulai 7 hingga 13 Januari 2026.

KM Tatamailau (Pelni) dijadwalkan berangkat dari Ambon pada Rabu (7/1/2026) dengan estimasi tiba pukul 03.00 WIT dan melanjutkan perjalanan menuju Tual, Dobo, hingga Timika, yang diperkirakan tiba pada Jumat (9/1/2026) pukul 20.00 WIT.

Sementara itu, Sabuk Nusantara 44 yang berbasis di Ambon melayani rute Ambon–Tual–Timika, dengan kedatangan di Timika pada Minggu (11/1/2026) pukul 16.00 WIT, sebelum kembali ke rute awal. Kapal ini menjadi salah satu andalan untuk mendukung arus penumpang dari Maluku menuju Papua.

Adapun Sabuk Nusantara 77 yang berbasis di Sorong melayani lintasan Tual–Dobo–Timika–Dobo–Tual secara berurutan sejak Kamis (8/1/2026) hingga Senin (12/1/2026). Kapal ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarpelabuhan di wilayah Maluku Tenggara dan Papua Selatan.

Satu kapal lainnya, Sabuk Nusantara 32 berbasis di Dobo, dijadwalkan berlayar dari Saumlaki menuju Dobo, lalu melanjutkan ke Timika pada Sabtu (10/1/2026) sebelum kembali ke rute asal. Kapal ini melayani jalur dengan jarak tempuh cukup panjang, mencapai 270 mil laut untuk lintasan Saumlaki–Dobo.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar memperhatikan jadwal ETA (perkiraan waktu tiba) dan ETD (perkiraan waktu berangkat) serta melakukan pemesanan tiket sesuai ketentuan. Diharapkan, pengoperasian kapal perintis ini mampu mengurai kepadatan penumpang, memperlancar arus logistik, dan menjaga stabilitas transportasi laut di kawasan timur Indonesia.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR