Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Aula Kantor Pusat Polikant Tual, Dr. Usman Madubun unggul jauh dengan 15 suara sah, mengalahkan dua pesaingnya. Roberto Mario Kabi Teniwut, S.E., M.M. meraih 10 suara, sementara Glenty B.A. Somnaikubun, S.Kom., M.M. hanya memperoleh 1 suara.
Hasil ini menegaskan dominasi Dr. Usman dalam kontestasi yang sejak awal menyedot perhatian civitas akademika, terutama di tengah sorotan publik terhadap krisis kepemimpinan kampus maritim tersebut.
Rapat senat tertutup dipimpin langsung oleh Plt Direktur Polikant Tual selaku Ketua Senat, Dr. Drs. Jantje E. Lekatompessy, S.E., M.Si., Ak, dan dihadiri Kuasa Menteri Dikti Saintek RI, Manifes Zubayr, S.E., M.M., Ak, Sekretaris Senat, serta 16 anggota senat.
Dari total 26 surat suara, tercatat 11 suara dinyatakan tidak sah, sementara 15 suara sah memastikan Dr. Usman Madubun keluar sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai Direktur Polikant Tual periode 2026–2030, sebagaimana tertuang dalam berita acara penetapan hasil.
Usai penetapan, ketiga calon direktur tampak saling berjabat tangan dan memberikan ucapan selamat, menandai berakhirnya proses demokrasi internal kampus yang berjalan aman dan lancar hingga pukul 16.50 WIT.
Terpilihnya Dr. Usman Madubun disambut harapan besar dari civitas akademika. Publik kampus menanti langkah cepat dan tegas untuk membenahi tata kelola, memulihkan kepercayaan, serta mengangkat kembali marwah Polikant Tual sebagai kampus vokasi maritim unggulan di kawasan timur Indonesia.
Kini, sorotan tak lagi pada proses, melainkan pada pembuktian. Dr. Usman Madubun dituntut menjawab ekspektasi dengan kerja nyata, bukan sekadar janji.


