Bukan Bangun Fisik, Ohoi Letman Dorong KKN Jadi Mesin Perubahan Mental dan SDM

Penjabat Kepala Ohoi Letman Paulinus A. Ongirwalu, S.Sos saat menerima kehadiran Mahasiswa KKN Angkatan I Uningrat Tual di Balai Ohoi Letman. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Pemerintah Ohoi Letman menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Dr. Husni Ingratubun (Uningrat) Tual bukan untuk mengejar pembangunan fisik semata, melainkan mendorong perubahan mental dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa.

Penjabat Kepala Ohoi Letman, Paulinus A. Ongirwalu, S.Sos, menekankan bahwa pembangunan sejati dimulai dari manusianya. Jika SDM kuat, pembangunan fisik akan mengikuti dengan sendirinya.

“KKN itu bukan soal bangun gedung. Yang utama adalah bangun mental, etika, dan kualitas manusia,” tegas Paulinus dalam ucapan selamat datang saat menerima 16 Mahasiswa KKN Uningrat Tual di Balai Ohoi Letman, Jumat (23/1/2026).

Ongirwalu menyebutkan, Pemerintah Ohoi sengaja menahan sejumlah program strategis desa—mulai dari sektor hukum, pendidikan, hingga pariwisata—agar dapat dikolaborasikan langsung bersama mahasiswa KKN. Mahasiswa diharapkan terlibat aktif dalam penguatan peraturan Ohoi, kegiatan edukatif di sekolah dasar, serta pengembangan potensi wisata lokal.

Paulinus juga menekankan pentingnya kolaborasi, kebersamaan, dan attitude dalam pelaksanaan KKN. Ia mengingatkan bahwa teori di bangku kuliah sering kali berbeda dengan realitas lapangan, sehingga mahasiswa dituntut adaptif dan rendah hati.

Antusiasme masyarakat Ohoi Letman dalam menerima mahasiswa KKN disebut sangat tinggi. Seluruh mahasiswa telah dibagi habis kepada orang tua asuh di setiap kompleks, bahkan masih ada warga yang ingin menambah jatah asuhan.

“Ini bukti bahwa masyarakat siap mendukung penuh adik-adik KKN. Tapi kepercayaan ini harus dijaga,” ujarnya.

Dengan dukungan Tokoh Adat, Tokoh Agama, Pemuda, Perangkat Ohoi, hingga Linmas, Pemerintah Ohoi Letman berharap KKN Uningrat Tual mampu meninggalkan dampak nyata, bukan hanya selama satu bulan pengabdian, tetapi juga bagi masa depan pembangunan desa.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR