“Kalau kita tidak punya rasa memiliki daerah ini, semua sia-sia. Kita harus ikhlas melayani masyarakat, berapa pun yang daerah bayar,” ujarnya.
Rahantoknam menekankan bahwa masa depan birokrasi dan pelayanan publik sangat bergantung pada kemauan ASN untuk beradaptasi, berinovasi, dan terus belajar. Profiling ASN, kata dia, merupakan langkah awal menuju birokrasi modern dan berkinerja tinggi.
Wabup berharap, seluruh peserta mengisi instrumen profiling dengan jujur dan bertanggung jawab agar hasilnya benar-benar memetakan kemampuan riil pegawai. “Oh beta punya kemampuan di sini, oh beta punya ilmu di sini. Dengan begitu, saat ditempatkan tidak perlu banyak belajar lagi,” katanya.
Selain itu, Rahantoknam memberikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia optimistis, melalui peningkatan kualitas SDM dan semangat kebersamaan, Maluku Tenggara akan jauh lebih maju ke depan. “Saya percaya satu, dua tahun ke depan Maluku Tenggara akan hebat. Amin,” pungkasnya.


